apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/National

Ini Dia Sosok Penyumbang 28Kg Emas Buat Monas, Nasibnya Miris

Parlin SinagaDiterbitkan 24 Agu 2026 - 09.55 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ini Dia Sosok Penyumbang 28Kg Emas Buat Monas, Nasibnya Miris
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Sebanyak 28 kilogram emas disumbangkan oleh seorang saudagar kaya asal Aceh untuk menghiasi pucuk Monumen Nasional (Monas). Jumlah tersebut setara dengan Rp 42 miliar pada masa kini. Emas tersebut disumbangkan untuk proyek mercusuar Presiden Soekarno yang kini menjadi simbol ibu kota. Namun, di balik kedermawanannya yang luar biasa bagi negara, sosok penyumbang emas ini justru harus mengalami akhir perjalanan hidup yang tragis.

Siapa Sebenarnya Teuku Markam?

Teuku Markam adalah seorang pengusaha kaya raya yang berasal dari Aceh. Sebelum dikenal sebagai pebisnis sukses, ia sempat bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Selama aktif di militer, ia turut serta berjuang memanggul senjata melawan tentara Belanda.

Setelah masa-masa perjuangan fisik tersebut, ia memutuskan untuk terjun ke dunia usaha. Pada tahun 1957, ia mendirikan PT Karkam, yang merupakan singkatan dari Kulit Aceh Raya Kapten Markam. Langkah ini menjadi awal mula terbentuknya imperium bisnisnya yang sangat besar.

Gurita Bisnis dan Kekayaan Melimpah Ruah

Bisnis yang dirintis oleh Teuku Markam berkembang dengan sangat pesat. Menurut catatan Richard Robinson dalam buku Indonesia: The Rise of Capital (2009), PT Karkam bergerak aktif di bidang ekspor karet. Perusahaan milik Markam ini bahkan menjadi satu-satunya perusahaan di Indonesia yang memiliki hak eksklusif untuk mengekspor karet dari Sumatera Selatan ke Singapura dan Malaysia.

Baca Juga

Kisah Dua Pengusaha Besar Indonesia yang Rutin Berziarah ke Gunung Kawi

Kisah Dua Pengusaha Besar Indonesia yang Rutin Berziarah ke Gunung Kawi

Selain memonopoli ekspor karet, Markam juga melebarkan sayap bisnisnya ke sektor impor. Ia mengantongi lisensi resmi untuk mengimpor mobil Nissan serta semen dari Jepang. Melalui berbagai lini bisnis tersebut, pundi-pundi kekayaannya melonjak tajam.

Buku Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia (1984) mencatat bahwa pada tahun 1966, aset yang dimiliki oleh Teuku Markam meliputi deretan mobil, rumah, tanah, uang tunai sebesar Rp 20 miliar, serta dana senilai US$ 30 juta. Dengan kekayaan yang melimpah, ia kerap menggelar pesta mewah di Jakarta dan mengundang rekan akrabnya, Presiden Soekarno, untuk hadir.

Tuduhan Tanpa Bukti dan Penjara 9 Tahun

Kehidupan gemilang Teuku Markam berubah drastis seiring dengan pergantian kepemimpinan nasional. Kedekatannya dengan Presiden Soekarno justru berbalik menjadi petaka baginya ketika kekuasaan beralih ke pemerintahan Presiden Soeharto.

Pemerintah era Presiden Soeharto menuding Markam terlibat dalam tindak pidana korupsi serta dituduh ikut serta dalam pemberontakan G30S. Meskipun tuduhan-tuduhan berat tersebut dilayangkan tanpa adanya bukti yang sah, nasib buruk tetap menimpanya. Teuku Markam akhirnya dijebloskan ke dalam penjara dan harus mendekam di balik jeruji besi selama 9 tahun.

Baca Juga

Intip Transaksi Saham Milik Trump, Lepas Meta, Beli Visa & Mastercard

Intip Transaksi Saham Milik Trump, Lepas Meta, Beli Visa & Mastercard

Penyitaan Seluruh Aset oleh Negara

Tidak hanya kehilangan kebebasan fisiknya, seluruh kekayaan yang dikumpulkan oleh Teuku Markam juga dirampas oleh negara. Penyitaan ini terjadi sebagai konsekuensi langsung dari tuduhan serta kedekatan politiknya dengan Presiden Soekarno.

Seluruh aset pribadinya diambil alih, dan operasional PT Karkam dihentikan oleh pemerintah. Negara kemudian mengambil alih kendali perusahaan tersebut dan mengubah statusnya menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nama PT Berdikari. Perubahan ini menandai berakhirnya kepemilikan keluarga Markam atas bisnis ekspor-impor raksasa yang pernah mereka kuasai.

Akhir Hayat Sang Saudagar Aceh

Setelah melewati masa-masa sulit di penjara dan kehilangan seluruh kekayaannya, kondisi kesehatan Teuku Markam terus menurun. Ia akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada tanggal 25 Januari 1985. Berdasarkan informasi medis saat itu, ia meninggal dunia akibat menderita penyakit diabetes serta gangguan liver.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Sejarah IndonesiaMonas

Berita Terbaru Lainnya

Kisah Dua Pengusaha Besar Indonesia yang Rutin Berziarah ke Gunung KawiIntip Transaksi Saham Milik Trump, Lepas Meta, Beli Visa & Mastercard26 Hari Terdampar di Samudra Pasifik, Nelayan Asal Ternate Ditemukan Kapal LewatGubernur NTB, Restorasi Kampung Adat Sade Pascakebakaran Butuh Biaya BesarPrabowo Panggil Panglima TNI dan Kepala Staf, Bahas Karhutla Kalimantan serta Gempa NTTMasyarakat Antusias Kunjungi BNI wondrX 2026 di ICE BSDBNI wondrX 2026 Sukses Digelar, Transaksi Tembus Rp2,7 TriliunDanantara Desak WIKA dan PT PP Percepat Restrukturisasi Keuangan Sebelum Merger

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap