Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah mempersiapkan rencana restorasi kawasan wisata budaya Kampung Adat Sade di Lombok Tengah pascakebakaran yang melanda wilayah tersebut pada Sabtu (22/8) malam. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa proses pembangunan kembali kawasan ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit demi menjaga keaslian nilai sejarahnya.
Penanganan 70 Keluarga Menjadi Prioritas Utama
Sebelum memulai restorasi fisik secara menyeluruh, pemerintah daerah terlebih dahulu memprioritaskan penanganan warga yang kehilangan tempat tinggal. Tercatat ada sekitar 70 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan adat tersebut dan terdampak langsung oleh musibah kebakaran.
Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa pemulihan kondisi sosial masyarakat yang menjadi korban harus didahulukan. Setelah penanganan warga selesai, barulah pemerintah berfokus pada persiapan teknis restorasi bangunan-bangunan yang rusak. Saat ini, pemerintah daerah setempat juga mulai melakukan pendataan terhadap bangunan serta benda-benda budaya yang terdampak guna menentukan langkah pemulihan selanjutnya.
Prabowo Panggil Panglima TNI dan Kepala Staf, Bahas Karhutla Kalimantan serta Gempa NTT

Restorasi Mahal Demi Menjaga Keaslian Budaya Sasak
Terkait anggaran, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan bahwa proses restorasi ini dipastikan akan memakan biaya yang sangat besar. Hal ini disebabkan oleh komitmen pemerintah untuk tidak mengubah karakter asli dari kawasan adat tersebut.
Saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Minggu (23/8), Lalu menjelaskan bahwa bangunan yang hangus terbakar akan diupayakan kembali ke kondisi semula. Kawasan ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi bagi masyarakat Suku Sasak. Kampung Adat Sade dikenal luas sebagai permukiman yang teguh mempertahankan rumah tradisional, adat istiadat, kesenian, hingga berbagai tradisi warisan leluhur, sekaligus menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Lombok.
Polri Bakal Kejar Pihak yang Terima Untung dari Karhutla di Kalimantan dan Sumatera

Investigasi Penyebab Kebakaran Masih Berjalan
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Sabtu malam tersebut menghanguskan sejumlah rumah warga dan fasilitas umum di dalam kawasan adat. Pada Minggu (23/8/2026), warga Desa Adat Sade yang berada di Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, tampak mulai mengais puing-puing sisa barang berharga mereka yang masih bisa diselamatkan.
Hingga saat ini, penyelidikan mengenai penyebab pasti kebakaran masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. Lalu Muhamad Iqbal menyatakan bahwa tim di lapangan masih melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab pastinya. Kendati demikian, terdapat dugaan awal bahwa kebakaran tersebut dipicu oleh masalah aliran listrik pada beberapa bangunan di kawasan tersebut.






