Istana Kepresidenan memberikan klarifikasi resmi terkait kabar yang menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad, atau yang akrab disapa Haji Isam, sebagai koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi Prasetyo menegaskan bahwa rumor yang beredar di masyarakat tersebut sama sekali tidak benar.
Klarifikasi ini muncul setelah informasi mengenai penunjukan Haji Isam oleh Presiden Prabowo viral di berbagai platform media sosial, salah satunya melalui unggahan di platform X. Narasi yang beredar di dunia maya mengeklaim bahwa pengusaha tersebut secara khusus ditugaskan oleh Presiden untuk memimpin upaya penanggulangan karhutla di tanah air.
Klarifikasi Mensesneg Terkait Isu Penunjukan Haji Isam
Mensesneg Prasetyo Hadi Prasetyo membantah keras klaim yang beredar di media sosial tersebut. Ia menyatakan bahwa tidak ada penunjukan khusus terhadap Haji Isam untuk memimpin koordinasi penanganan kebakaran hutan.
"Enggak ada. Tidak ada. Tidak benar itu," ujar Prasetyo saat memberikan konfirmasi.
26 Hari Terdampar di Samudra Pasifik, Nelayan Asal Ternate Ditemukan Kapal Lewat

Meskipun membantah adanya penunjukan koordinator khusus, Prasetyo menjelaskan bahwa pemerintah memang merangkul seluruh elemen masyarakat dan berbagai pihak untuk bersama-sama membantu mengatasi bencana tahunan ini. Namun, ia menekankan bahwa otoritas dan komando penanganan tetap berada pada instansi yang memiliki kewenangan legal.
"Bahwa semua pihak diminta ikut membantu, iya. Tapi kalau menjadi koordinator itu tidak, kan, karena kan kewenangannya bukan di situ," tambah Prasetyo.
Skala Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia
Isu penunjukan koordinator ini mencuat di tengah perjuangan keras petugas di lapangan dalam memadamkan kobaran api yang melanda sejumlah wilayah. Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan oleh Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, pada Minggu (22/8/2026), total luas wilayah yang terdampak karhutla di seluruh Indonesia telah mencapai 72.798 hektare.
Gubernur NTB, Restorasi Kampung Adat Sade Pascakebakaran Butuh Biaya Besar

Dari total luasan tersebut, Provinsi Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan dampak kerusakan paling parah. Di provinsi ini, luasan lahan yang terbakar tercatat telah mencapai 38.310 hektare.
Upaya Pemadaman di Lapangan
Dalam menghadapi bencana karhutla yang meluas di Kalimantan Barat, pemerintah bersama instansi terkait terus mengupayakan pemadaman secara intensif. Sebanyak 10.010 personel gabungan telah dikerahkan langsung ke titik-titik api di wilayah Kalimantan Barat untuk menjinakkan kebakaran dan mencegah dampak kabut asap yang lebih luas.
Langkah penanganan ke depan dipastikan tetap berjalan di bawah koordinasi lembaga pemerintah yang berwenang, seperti BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta pemerintah daerah setempat, dengan tetap membuka ruang bagi partisipasi seluruh komponen masyarakat.






