Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus melakukan langkah-langkah strategis untuk melakukan efisiensi anggaran negara. Salah satu pencapaian signifikan yang berhasil dicapai adalah penghematan biaya overhead Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang nilainya telah menembus angka lebih dari Rp50 triliun. Upaya penghematan yang cukup besar ini berhasil direalisasikan melalui kebijakan perampingan jumlah perusahaan pelat merah yang ada di tanah air. Informasi penting mengenai efisiensi anggaran ini disampaikan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI yang diselenggarakan di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada hari Jumat (14/8).
Penghematan biaya overhead yang mencapai puluhan triliun rupiah tersebut bersumber dari pengurangan pengeluaran pada berbagai komponen operasional BUMN yang selama ini dinilai kurang efisien. Beberapa komponen biaya overhead yang berhasil dipangkas secara signifikan antara lain mencakup gaji untuk jajaran direksi dan komisaris perusahaan. Selain itu, pemerintah juga melakukan efisiensi pada pos pengeluaran lainnya, seperti biaya sewa gedung perkantoran serta biaya sewa kendaraan operasional. Melalui pemangkasan biaya-biaya tersebut, struktur pengeluaran BUMN kini menjadi jauh lebih ramping dan efisien dibandingkan sebelumnya.
Pidato Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR 2026 Paparkan Capaian Kinerja Pemerintah

Hingga saat ini, pemerintah tercatat telah resmi menutup sebanyak 290 BUMN. Penutupan ratusan perusahaan pelat merah tersebut merupakan bagian dari peta jalan restrukturisasi jangka panjang. Secara keseluruhan, pemerintah memproyeksikan akan menutup lebih dari 750 BUMN. Melalui kebijakan restrukturisasi yang agresif ini, pemerintah menargetkan untuk mempertahankan paling banyak 300 perusahaan BUMN saja hingga batas waktu tanggal 31 Desember 2026. Menurut Presiden Prabowo Subianto, langkah penutupan dan perampingan skala besar ini kemungkinan menjadi salah satu bentuk restrukturisasi korporasi yang terbesar di dunia. Hanya perusahaan-perusahaan BUMN yang produktif serta mampu menciptakan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat luas yang akan terus dipertahankan operasionalnya.
Tidak berhenti di angka Rp50 triliun, pemerintah juga telah menetapkan target efisiensi anggaran berikutnya. Pemerintah menargetkan nilai penghematan biaya overhead BUMN ini harus bisa mencapai angka Rp70 triliun pada tanggal 31 Desember. Dana segar hasil penghematan anggaran yang sangat besar tersebut nantinya tidak akan disia-siakan, melainkan dialihkan secara langsung untuk mendukung berbagai program kesejahteraan dan kebutuhan dasar masyarakat. Anggaran hasil efisiensi tersebut direncanakan akan dialokasikan untuk memperbaiki berbagai fasilitas kesehatan yang ada di daerah, melakukan renovasi gedung-gedung sekolah yang kondisinya rusak, hingga menyediakan hunian atau rumah yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah Siapkan Opsi BUMN Tekstil Baru untuk Selamatkan Kegiatan Ekonomi Sritex

Dalam pidatonya di Kompleks Parlemen tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga secara khusus memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja seluruh pihak yang terlibat dalam proses perampingan ini. Secara spesifik, Presiden memberikan penghargaan khusus kepada jajaran pimpinan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) beserta dengan seluruh tim dan jaringannya yang telah bekerja keras menyukseskan program restrukturisasi korporasi BUMN tersebut. Langkah penataan BUMN ini diharapkan dapat terus berjalan secara optimal demi mewujudkan pengelolaan aset negara yang lebih sehat, transparan, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia.






