Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa para menteri serta pembantu presiden di Kabinet Merah Putih telah bekerja sangat keras demi menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh negara. Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi oleh Presiden saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPD dan DPR RI Tahun 2026. Acara kenegaraan yang penting ini diselenggarakan di Kompleks Parlemen Senayan pada hari Jumat, 14 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara memberikan apresiasi yang tinggi terhadap dedikasi serta pengorbanan luar biasa yang telah ditunjukkan oleh jajaran kabinetnya.
Kerja keras yang dilakukan oleh para menteri dan asisten kabinet demi menuntaskan persoalan bangsa ini ternyata berdampak cukup besar pada kondisi fisik mereka. Presiden Prabowo membeberkan bahwa intensitas kerja yang sangat tinggi membuat sejumlah pembantunya mengalami kelelahan ekstrem. Beberapa di antara mereka dilaporkan terpaksa harus masuk rumah sakit, ada yang pingsan saat menjalankan tugas, dan bahkan ada pula yang harus menjalani tindakan operasi medis. Menurut Presiden, kondisi kelelahan hingga gangguan kesehatan serius ini merupakan konsekuensi langsung dari dedikasi dan kerja keras tanpa henti yang mereka lakukan untuk menyelesaikan berbagai urusan negara.
Tingginya beban kerja yang dihadapi oleh Kabinet Merah Putih ini sejalan dengan kecepatan pemerintah dalam merumuskan langkah-langkah strategis. Selama kurun waktu 21 bulan atau setara dengan 663 hari masa kepemimpinannya, pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto tercatat telah memutuskan dan menjalankan sebanyak 121 kebijakan transformatif. Jika dihitung secara rata-rata, pemerintah telah menetapkan satu kebijakan transformatif setiap lima hari sekali. Kebijakan-kebijakan tersebut dirancang khusus untuk mengatasi berbagai permasalahan nasional, di mana sebagian dari masalah tersebut telah berpuluh-puluh tahun lamanya tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sebelumnya.
Prabowo Beberkan Penghematan Biaya Overhead BUMN Tembus Rp50 Triliun

Melihat dedikasi yang luar biasa dari para menteri dan asistennya yang sampai mengorbankan kesehatan mereka, Presiden Prabowo pun menyampaikan sebuah janji. Di hadapan sidang tahunan tersebut, Prabowo berjanji akan memberikan waktu istirahat yang lebih banyak bagi para anggota kabinetnya di sisa masa jabatannya yang masih berjalan. Langkah ini dinilai penting untuk memulihkan kembali kondisi fisik serta menjaga kesehatan para menteri setelah melewati periode kerja yang sangat padat dan melelahkan demi kepentingan bangsa dan negara.
Selain menceritakan tentang kerja keras kabinetnya, Presiden Prabowo juga menegaskan kembali mengenai pedoman-pedoman utama yang harus dipegang teguh oleh Kabinet Merah Putih dalam menjalankan pemerintahan. Pedoman pertama yang menjadi landasan utama adalah bekerja untuk menjaga serta melaksanakan perintah-perintah yang tertuang di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sementara itu, pedoman kedua menginstruksikan seluruh jajaran menteri untuk menjaga, menjalankan, serta melindungi kepentingan inti nasional yang vital, termasuk di dalamnya adalah menjaga dan mengamankan kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Ketua MPR Ahmad Muzani Ingatkan Perbedaan Pendapat Jangan Dijadikan Alasan Penghinaan

Selanjutnya, pedoman ketiga yang menjadi acuan kerja Kabinet Merah Putih adalah berupaya mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Terakhir, pedoman keempat menekankan agar seluruh kebijakan dan program kerja yang dirumuskan oleh pemerintah harus berorientasi pada kepentingan rakyat luas, termasuk untuk kepentingan masa depan anak-anak serta cucu-cucu mereka. Melalui empat pedoman kerja utama ini, jajaran menteri diharapkan dapat terus bekerja secara fokus dan terarah meskipun harus menghadapi tantangan tugas yang sangat berat demi kemajuan Indonesia.






