Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Laut Flores pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 06.00 WITA, telah berdampak pada sistem kelistrikan di wilayah tersebut. Merespons kejadian bencana alam ini, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur terus berupaya melakukan langkah cepat untuk memulihkan kondisi kelistrikan pascagempa. Peristiwa gempa bumi yang berpusat di Laut Flores ini memicu terjadinya gangguan kelistrikan, sehingga pihak PLN segera melakukan tindakan penanganan demi mengembalikan pasokan listrik kepada para pelanggan yang terdampak.
Berdasarkan hasil identifikasi awal yang dilakukan oleh pihak PLN di lapangan, terdapat dampak yang cukup signifikan terhadap infrastruktur kelistrikan. PLN mencatat dan mengidentifikasi sebanyak 3.478 gardu distribusi yang mengalami gangguan akibat guncangan gempa bumi tersebut. Selain ribuan gardu distribusi yang terdampak, guncangan gempa ini juga memengaruhi operasional dari 11 Gardu Induk yang berada di wilayah terdampak. Langkah identifikasi ini penting dilakukan oleh PLN agar proses pemulihan dapat berjalan dengan terarah.
Meskipun menghadapi tantangan pascagempa, upaya pemulihan yang dilakukan oleh petugas PLN mulai menunjukkan perkembangan yang positif. Hingga pukul 11.30 WITA pada hari yang sama, tercatat sebanyak 429 gardu distribusi dari total gardu yang terdampak telah berhasil dinormalkan kembali oleh petugas di lapangan. Tidak hanya itu, perkembangan baik juga dilaporkan pada sektor Gardu Induk, di mana dari 11 Gardu Induk yang sebelumnya terdampak gangguan, kini sebanyak 6 Gardu Induk telah berhasil dinyalakan dan dapat beroperasi kembali untuk menyalurkan energi listrik.
BAZNAS Resmikan Rumah Sehat ke-33 di Balekambang Jepara untuk Perluas Akses Kesehatan

Dalam upaya penormalan sistem kelistrikan secara bertahap ini, kondisi salah satu infrastruktur penting yaitu PLTMG Maumere telah dinyatakan aman. Keamanan PLTMG Maumere ini menjadi bagian dari langkah awal yang sangat krusial dalam proses penormalan sistem kelistrikan secara keseluruhan di wilayah tersebut. Di samping melakukan penormalan pada gardu-gardu yang terdampak, PT PLN (Persero) juga memprioritaskan pemulihan serta pasokan aliran listrik untuk berbagai fasilitas vital yang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat saat ini, termasuk di antaranya adalah rumah sakit dan posko-posko penanganan bencana.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F Eko Sulistyono, dalam pernyataan resminya yang disampaikan pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026, memberikan penjelasan mengenai perkembangan pemulihan sistem kelistrikan ini. Beliau menyampaikan informasi terkini terkait penanganan yang tengah berjalan di lapangan pascagempa bumi M7,7 di Laut Flores tersebut. Upaya pemulihan ini terus dioptimalkan oleh seluruh tim PLN agar seluruh sistem kelistrikan yang mengalami gangguan dapat kembali berfungsi dengan normal.
Implementasi Uji Coba Pembatasan BBM Subsidi Pertalite Pakai QR Code dan Tantangan di Lapangan

Sebagai langkah antisipasi dan demi kenyamanan bersama, pihak PLN mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak, untuk tetap tenang dan tidak panik. PLN menyarankan agar masyarakat selalu mengikuti perkembangan informasi resmi terkait pemulihan kelistrikan ini. Layanan informasi resmi dapat diakses oleh masyarakat dengan mudah melalui aplikasi PLN Mobile, menghubungi Contact Center PLN 123, ataupun dengan memantau berbagai kanal komunikasi resmi lainnya yang disediakan oleh PLN.






