Mobilitas masyarakat di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi kini sangat bergantung pada efisiensi transportasi publik. Sebagai salah satu tulang punggung transportasi massal modern, evaluasi operasional LRT Jabodebek dan penambahan trainset terus dilakukan demi menjaga kenyamanan penumpang. Langkah penyempurnaan ini mencakup penyesuaian jadwal perjalanan pada jam sibuk hingga penambahan armada secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan mobilitas yang kian meningkat.
Peningkatan layanan ini didorong oleh evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas angkut. Pada 3 Maret 2025, LRT Jabodebek telah menambah jumlah rangkaian kereta yang beroperasi dari sebelumnya 20 trainset menjadi 22 trainset. Penambahan armada ini berdampak langsung pada frekuensi perjalanan harian yang meningkat dari 348 menjadi 366 perjalanan. Langkah ini kemudian berlanjut pada pertengahan tahun 2026. Berdasarkan evaluasi uji coba Kereta Luar Biasa (KLB) untuk penambahan frekuensi pada jam sibuk pagi hari yang digelar dari Senin, 8 Juni hingga Jumat, 12 Juni 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan penyesuaian jadwal baru mulai Senin, 15 Juni 2026.
Penyesuaian jadwal baru ini menghadirkan perjalanan tambahan pada jam sibuk pagi hari. Untuk rute Jati Mulya menuju Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, terdapat kereta tambahan yang dijadwalkan pada pukul 07.11 WIB. Sementara itu, untuk rute Harjamukti menuju Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, kereta tambahan tersedia pada pukul 07.26 WIB. Tidak hanya pagi hari, penyesuaian juga menyasar jadwal malam hari. Perubahan jadwal malam untuk rute Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia menuju Jati Mulya diberlakukan pada pukul 22.11 WIB, 22.24 WIB, dan 22.36 WIB. Untuk rute Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia menuju Harjamukti, penyesuaian waktu keberangkatan malam terjadi pada pukul 22.17 WIB, 22.32 WIB, dan 22.42 WIB.
Pemerintah Godok Aturan Turunan UU PDP di Tengah Desakan Penguatan Sanksi dan Otoritas Independen

Adanya penyesuaian berkala ini membuat LRT Jabodebek tetap konsisten mengoperasikan sebanyak 430 perjalanan pada setiap hari kerja. Di sisi lain, pengelola juga menerapkan aturan tarif khusus bagi penumpang untuk mengoptimalkan alur di stasiun. Penumpang yang melakukan tap in dan tap out di stasiun yang sama dengan durasi kurang dari 60 menit hanya dikenakan tarif minimum. Sebaliknya, jika penumpang berada di dalam area stasiun yang sama melebihi durasi 60 menit, sistem secara otomatis akan mengenakan tarif maksimum.
Di tengah upaya peningkatan layanan ini, tantangan operasional terkadang masih terjadi. Sebagai contoh, sempat terjadi gangguan perjalanan pada pukul 19.11 WIB ketika satu rangkaian kereta rute Dukuh Atas-Harjamukti mengalami gangguan listrik padam dan suara kencang saat memasuki Stasiun Cawang. Seorang penumpang dengan akun Threads @by.khsnl melaporkan bahwa lampu di dalam gerbong mulai redup saat kereta berjalan memasuki stasiun, disusul suara ledakan saat kereta berhenti. Menanggapi insiden tersebut, pihak manajemen langsung mengevakuasi rangkaian kereta yang bermasalah ke Stasiun Harjamukti untuk menjalani pemeriksaan teknis dan perbaikan intensif.
Kasus KAI Services dan Urgensi Pembentukan Badan Pelindungan Data Pribadi

Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengonfirmasi langkah penanganan cepat tersebut. Setelah proses evakuasi dan penanganan teknis selesai, operasional perjalanan LRT Jabodebek berhasil kembali normal pada pukul 21.15 WIB pada hari yang sama. Evaluasi terhadap kejadian-kejadian teknis seperti ini menjadi bagian penting dari komitmen pengelola dalam menjaga keselamatan dan keandalan sistem transportasi perkotaan ini ke depannya.






