PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pemanfaatan teknologi digital yang signifikan oleh para pelanggan. Sepanjang periode Januari hingga November 2025, layanan pemindai wajah atau Face Recognition Boarding Gate telah digunakan oleh 10.230.218 pelanggan. Penggunaan teknologi ini mendukung kelancaran boarding pada masa libur Natal dan Tahun Baru. Hingga 7 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, KAI mencatat sebanyak 1.040.322 tiket telah terjual untuk keberangkatan periode 18 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026, dari total 3.107.503 kursi yang disediakan melalui aplikasi Access by KAI. Selain itu, dalam program promo kereta api (KA) Ekonomi komersial yang berlangsung dari 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, sebanyak 413.467 tiket telah dipesan dari total kapasitas 1.509.080 kursi.
Tren pemanfaatan teknologi ini berlanjut hingga awal tahun berikutnya. Sepanjang bulan Januari 2026, tercatat sebanyak 890.165 penumpang kereta api jarak jauh menggunakan fasilitas pemindaian wajah tersebut. Melalui fasilitas Face Recognition Boarding Gate, penumpang dapat melewati proses pemeriksaan boarding untuk masuk ke peron secara praktis tanpa harus menunjukkan tiket atau kartu identitas secara berulang kali kepada petugas.
Penyebab Pengusaha Masih Menahan Perekrutan Karyawan Baru

Penerapan teknologi Face Recognition KAI ini memberikan dampak positif terhadap efisiensi operasional dan pengelolaan sumber daya perusahaan. KAI berhasil menghemat biaya sebesar Rp 375 juta melalui pengurangan penggunaan kertas tiket sebanyak 25.576 rol pada periode Januari hingga November 2025. Sementara itu, penggunaan fasilitas ini oleh 890.165 penumpang sepanjang Januari 2026 berpotensi menghemat biaya pencetakan tiket hingga sekitar Rp 32,9 juta.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa inovasi ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan pelanggan akan layanan yang lebih praktis, cepat, dan efisien. Meskipun memberikan kemudahan proses boarding dan membantu efisiensi anggaran cetak tiket, fitur pengenalan wajah ini belum tersedia di seluruh stasiun kereta api di Indonesia. Saat ini, KAI baru menyediakan fasilitas tersebut di 22 stasiun dengan total 67 line.
IBTE 2026 Hadirkan Ribuan Booth Produk Bayi dan Mainan di JIExpo Jakarta

Stasiun-stasiun yang telah menyediakan layanan Face Recognition Boarding Gate ini meliputi stasiun Bandung, Bekasi, Cirebon, Cirebon Prujakan, Gambir, Kiaracondong, Kutoarjo, Lempuyangan, Medan, Malang, Madiun, Pekalongan, Pasarsenen, Purwokerto, Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, Solo Balapan, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Tegal, dan Yogyakarta. Dengan optimalisasi sistem boarding digital di stasiun-stasiun utama tersebut, KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi layanan demi kenyamanan para pelanggan.






