apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

Pendiri Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang Sedih atas Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah

Andi TobanDiterbitkan 10 Agu 2026 - 06.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pendiri Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang Sedih atas Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Penemuan barang-barang terlarang di lingkungan sekolah selalu menjadi kabar yang mengejutkan sekaligus memprihatinkan bagi dunia pendidikan. Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan kabar dari Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang (YHI-PP) yang berlokasi di Jakarta Selatan. Di sekolah tersebut, ditemukan barang bukti berupa ratusan senjata api, narkoba, hingga rekaman konten pornografi. Penemuan ini tentu saja memicu keprihatinan yang sangat mendalam dari berbagai pihak, terutama bagi mereka yang telah merintis dan mendirikan institusi pendidikan tersebut sejak awal mula berdiri.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
Secara lebih rinci, temuan luar biasa ini mencakup total 996 senjata api, narkoba, serta rekaman konten pornografi. Barang-barang tersebut ditemukan langsung di dalam ruangan milik mantan ketua yayasan. Penemuan ini tentu menjadi pukulan berat bagi citra lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan bersih dari segala bentuk tindakan melanggar hukum serta barang-barang ilegal.

Salah satu pendiri Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang, Yan Sofyan Syafe'i, mengaku sangat sedih atas adanya temuan ratusan senjata api di lingkungan sekolah tersebut. Pria yang akrab disapa dengan panggilan Pak Yan ini mengungkapkan rasa sedihnya yang mendalam atas insiden yang terjadi belakangan ini. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Pak Yan saat memberikan keterangan kepada para wartawan pada hari Minggu, 9 Agustus 2026. Sebagai salah satu perintis, ia merasa terpukul melihat sekolah yang didirikannya kini harus menghadapi permasalahan hukum yang cukup berat.

Baca Juga

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Kesedihan Pak Yan sangat beralasan jika melihat kembali sejarah panjang perjuangan pendirian sekolah ini. Awal mula ide untuk mendirikan sekolah tersebut sebenarnya berawal dari kegiatan keagamaan, yaitu aktivitas pengajian. Pada masa itu, Pak Yan sedang menuntut ilmu dan berguru kepada Ustaz Mawardi Labay. Hubungan guru dan murid dalam kegiatan pengajian inilah yang kemudian memicu gagasan mulia untuk menghadirkan sebuah lembaga pendidikan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dalam perkembangannya, Yan Sofyan Syafe'i bersama dengan gurunya, Ustaz Mawardi Labay, mengambil langkah nyata untuk mewujudkan ide tersebut. Mereka berdua kemudian menemui Adam Malik, yang pada saat itu sedang menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Pertemuan tersebut dilakukan khusus untuk mendiskusikan rencana pembangunan dan pendirian sekolah yang mereka cita-citakan.

Merespons niat baik tersebut, Wakil Presiden Adam Malik memberikan arahan dan dukungan konkret. Beliau mengarahkan para pendiri sekolah bahwa ada sebidang tanah milik mereka yang berlokasi di kawasan Kebayoran, tepatnya di Pondok Pinang. Adam Malik menyatakan bahwa lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan sekolah yang direncanakan oleh Pak Yan dan Ustaz Mawardi Labay. Dari tanah arahan Wakil Presiden inilah Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang akhirnya berdiri dan berkembang.

Baca Juga

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Seiring berjalannya waktu, sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang sempat mengalami masa-masa kejayaan dengan jumlah siswa yang sangat banyak. Pada masa keemasannya, jumlah populasi siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut sempat mencapai angka sekitar 2.500 orang. Jumlah yang besar ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas dan integritas lembaga pendidikan tersebut di masa lalu.

Namun kini, kondisi sekolah tersebut telah mengalami perubahan yang cukup signifikan. Berdasarkan data terbaru, jumlah siswa yang saat ini menempuh pendidikan di sekolah tersebut telah menyusut drastis dan kini hanya tersisa sekitar 500 orang saja. Penurunan jumlah siswa yang sangat tajam ini, ditambah dengan adanya kasus temuan 996 senjata api, narkoba, serta konten pornografi di ruangan mantan ketua yayasan, menjadi awan mendung bagi perjalanan Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang ke depan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Senjata ApiPondok Pinang

Berita Terbaru Lainnya

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah RakyatProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanPemilik Lapangan Padel di Bandung Didenda Rp100 Juta dan Wajib Tanam 1.000 PohonMegawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di Gedung Kesenian JakartaKapolri Ingatkan Ancaman Judi Online dan Penipuan Digital bagi Generasi MudaSinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan DaerahKecerdasan Buatan Mulai Jadi Andalan Cari Nasihat Keuangan meski Minim Kepercayaan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026