Bagaimana mungkin ratusan pucuk senjata bisa tersimpan di lingkungan sekolah, dan apa langkah konkret yang diambil pihak pengelola untuk menjamin keselamatan para siswa? Pertanyaan ini mencuat setelah publik dikejutkan oleh penemuan ratusan senjata di dalam ruangan mantan Ketua Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu, Jakarta Selatan. Menanggapi polemik tersebut, Yan Sofyan Syafe'i selaku salah satu pendiri yayasan akhirnya buka suara untuk memberikan klarifikasi mengenai temuan yang kini tengah diselidiki pihak kepolisian.
Langkah cepat yang diambil pihak sekolah adalah menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar tatap muka. Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para siswa, pihak sekolah memutuskan menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama sepekan ke depan. Selama masa pemberlakuan PJJ tersebut, pihak yayasan secara resmi meminta aparat kepolisian untuk melakukan sterilisasi menyeluruh di seluruh area sekolah guna memastikan tidak ada lagi barang berbahaya yang tertinggal di lingkungan pendidikan tersebut.








