apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Ekonomi

Pemerintah Klarifikasi Potensi 1.800 Ton Emas Masyarakat di 'Bawah Bantal

Usat NgajiDiterbitkan 25 Agu 2026 - 16.46 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah Klarifikasi Potensi 1.800 Ton Emas Masyarakat di 'Bawah Bantal
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memberikan klarifikasi resmi terkait pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengenai adanya potensi 1.800 ton emas milik masyarakat yang disimpan "di bawah bantal". Pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan Airlangga saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower pada Kamis (20/8).

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto dalam keterangan resmi pada Sabtu (22/8) menjelaskan bahwa istilah "di bawah bantal" merupakan metafora untuk menggambarkan emas yang disimpan secara pribadi di rumah, bukan secara harfiah berada di bawah bantal.

Estimasi Nilai dan Akumulasi Emas Masyarakat

Menurut Haryo, angka 1.800 ton tersebut adalah perkiraan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan lintas generasi. Dengan nilai mencapai sekitar US$252 miliar, angka ini menggambarkan besarnya aset emas yang dimiliki dan disimpan secara mandiri oleh masyarakat.

Baca Juga

Pemerintah Salurkan Bansos Tahap III 2026, Begini Cara Cek Kelayakan Penerima

Pemerintah Salurkan Bansos Tahap III 2026, Begini Cara Cek Kelayakan Penerima

Pemerintah menegaskan bahwa estimasi 1.800 ton emas ini berbeda dengan cadangan emas nasional dan tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas tambang Indonesia. Sebagai perbandingan, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Ilustrasi Sistem Keuangan dan Kepemilikan Emas

Haryo juga meluruskan ilustrasi mengenai pemindahan 20 persen emas masyarakat ke dalam instrumen keuangan atau ekosistem bullion. Angka tersebut murni merupakan ilustrasi potensi dampak ekonomi dan bukan merupakan kewajiban bagi masyarakat untuk menyerahkan atau memindahkan emas yang mereka miliki.

Pemerintah menyatakan tidak berniat untuk mengambil alih atau mengalihkan hak kepemilikan emas tersebut. Keputusan untuk menyimpan, memperdagangkan, maupun memanfaatkan emas sepenuhnya tetap berada di tangan masyarakat. Peran pemerintah adalah membangun ekosistem serta menyediakan pilihan instrumen yang aman dan terpercaya.

Baca Juga

Presiden Prabowo Jadwalkan Peluncuran Program PLTS 100 GWp di Bali

Presiden Prabowo Jadwalkan Peluncuran Program PLTS 100 GWp di Bali

Perkembangan Bullion Bank di Indonesia

Sejak Presiden Prabowo Subianto meluncurkan bullion bank, beberapa lembaga keuangan nasional telah mencatatkan kepemilikan emas dalam jumlah signifikan. Pegadaian tercatat memiliki sekitar 153 ton emas senilai sekitar US$20 miliar, sedangkan Bank Syariah Indonesia (BSI) memiliki sekitar 20 ton emas.

Sebagai perbandingan global, Amerika Serikat saat ini memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China memiliki 2.331 ton, dan India memiliki sekitar 880 ton.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kemenko PerekonomianAirlangga HartartoemasBullion Bank

Berita Terbaru Lainnya

Kilas Balik Skandal Bre-X, Penipuan Gunung Emas Busang di Kalimantan TimurPemerintah Salurkan Bansos Tahap III 2026, Begini Cara Cek Kelayakan PenerimaPresiden Prabowo Jadwalkan Peluncuran Program PLTS 100 GWp di BaliKetua DPD RI Minta Aparat Penegak Hukum Tindak Tegas Pelaku Penyebab KarhutlaPenyelidikan Kematian Sutrimo di Kebayoran Lama, Polisi Periksa 27 Saksi dan Lakukan EkshumasiUpdate Gempa NTT, Korban Meninggal Capai 103 Orang, 185 Ribu Warga MengungsiArti Mimpi Tersandung di Jalan dan Makna di BaliknyaMenhut Raja Antoni Jelaskan Alasan Tak Ikut Kunjungan Presiden Prabowo ke Kalimantan dan Sumatera

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap