Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni memberikan tanggapan resmi terkait pertanyaan mengenai alasan dirinya beserta Menteri Lingkungan Hidup (MenLH) tidak mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatera. Penjelasan tersebut disampaikan di sela-sela kegiatannya saat meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi pada Selasa (25/8). Menurut Raja Antoni, meskipun tidak berada dalam satu rombongan dengan Presiden, keberadaannya di lapangan merupakan bagian dari tugas yang dijalankan atas izin dan perintah langsung dari Kepala Negara.
Fokus Kunjungan Presiden dan Penguatan TNI-Polri
Menurut Raja Antoni, kunjungan Presiden Prabowo ke Kalimantan dan Sumatera difokuskan untuk memperkuat dukungan dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam penanganan karhutla. Penguatan ini mencakup rencana penambahan personel di lapangan serta penyediaan peralatan pendukung, seperti helikopter pengebom air (water bombing).
Karena fokus utama kunjungan adalah mobilisasi kekuatan pertahanan dan keamanan untuk penanggulangan karhutla, Presiden Prabowo mengajak Panglima TNI dan Kapolri dalam rombongan kerjanya. Langkah ini diambil guna mempermudah koordinasi pengerahan personel serta alokasi peralatan pendukung di lapangan.
Penyelidikan Kematian Sutrimo di Kebayoran Lama, Polisi Periksa 27 Saksi dan Lakukan Ekshumasi

Peninjauan Lapangan Menhut atas Perintah Presiden
Di sisi lain, Menteri Kehutanan Raja Antoni memfokuskan kegiatannya pada pemantauan langsung di titik-titik rawan kebakaran. Pada Selasa (25/8), Raja Antoni turun langsung ke Jambi untuk memonitor penanganan karhutla secara riil di lapangan. Kunjungan kerja ke Jambi ini merupakan bagian dari rangkaian pemantauan yang dilakukannya di berbagai daerah.
Sebelum tiba di Jambi pada hari Selasa ini, Raja Antoni menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan peninjauan ke sejumlah provinsi rawan karhutla lainnya, yaitu Riau, Sumatera Selatan (Sumsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kalimantan Barat (Kalbar). Menhut menegaskan bahwa seluruh rangkaian peninjauan ke berbagai daerah tersebut dilakukan atas seizin dan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Update Gempa NTT, Korban Meninggal Capai 103 Orang, 185 Ribu Warga Mengungsi

Ancaman El Ni帽o Kuat dan Risiko Karhutla
Upaya penanganan karhutla di lapangan saat ini dinilai sangat krusial mengingat kondisi iklim yang tidak mendukung. Saat ini, wilayah yang dipantau tengah menghadapi kondisi El Ni帽o yang sangat kuat.
Kondisi El Ni帽o yang sangat kuat ini menyebabkan cuaca menjadi sangat kering, sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan secara signifikan. Dalam situasi seperti ini, percikan api sekecil apa pun berpotensi memicu terjadinya karhutla yang lebih besar. Oleh karena itu, sinergi antara penambahan kekuatan personel dan peralatan oleh TNI-Polri serta pengawasan intensif di lapangan oleh Kementerian Kehutanan menjadi langkah antisipasi yang sangat penting.






