Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini telah mencapai 103 orang. Angka ini bertambah setelah adanya laporan mengenai tiga korban jiwa baru yang tercatat pada hari ini.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, menyampaikan pembaruan data tersebut dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB pada Selasa (25/8/2026). Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat adanya penambahan 63 korban luka-luka baru, sehingga total warga yang mengalami luka kini mencapai 1.666 orang.
Rincian Sebaran Korban Meninggal Dunia
Berdasarkan data yang dihimpun oleh BNPB, korban meninggal dunia tersebar di beberapa kabupaten di wilayah NTT. Kabupaten Manggarai mencatat jumlah korban jiwa terbanyak, diikuti oleh wilayah Manggarai Timur.
Ketua DPD RI Minta Aparat Penegak Hukum Tindak Tegas Pelaku Penyebab Karhutla

Berikut adalah rincian lengkap sebaran korban meninggal dunia di berbagai kabupaten terdampak:
- Manggarai: 41 orang
- Manggarai Timur: 34 orang
- Nagekeo: 13 orang
- Sikka: 6 orang
- Ngada: 5 orang
- Ende: 3 orang
- Manggarai Barat: 1 orang
Kondisi Pengungsi di Posko Mandiri dan Terpusat
Dampak kerusakan akibat guncangan gempa memaksa ratusan ribu warga untuk meninggalkan tempat tinggal mereka. Hingga hari ini, BNPB mencatat sebanyak 185.131 orang berada di pengungsian. Jumlah tersebut mencakup warga yang mengungsi secara mandiri maupun mereka yang menempati posko-posko pengungsian terpusat.
Arus kedatangan warga ke tempat pengungsian masih terus dilaporkan. Pada hari pelaporan ini saja, terdapat 4.804 orang pengungsi baru yang terdaftar oleh petugas di lapangan.
Penyelidikan Kematian Sutrimo di Kebayoran Lama, Polisi Periksa 27 Saksi dan Lakukan Ekshumasi

Ribuan Gempa Susulan Masih Terjadi di NTT
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi aktivitas tektonik yang masih tinggi di wilayah terdampak pascagempa utama bermagnitudo 7,7. Hingga saat ini, BMKG telah mencatat sebanyak 7.029 kali gempa susulan.
Kekuatan gempa susulan tersebut bervariasi, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2 dan yang terkecil berada pada magnitudo 1,1. Khusus pada hari Selasa ini, dilaporkan terdapat 141 kali gempa susulan yang getarannya dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. BMKG memperkirakan pola aktivitas gempa susulan ini akan terus berlangsung selama 3 hingga 4 minggu setelah gempa utama terjadi.






