apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Nasional

Kilas Balik Skandal Bre-X, Penipuan Gunung Emas Busang di Kalimantan Timur

Domu TobingDiterbitkan 25 Agu 2026 - 16.47 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kilas Balik Skandal Bre-X, Penipuan Gunung Emas Busang di Kalimantan Timur
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pada tahun 1993, industri pertambangan Indonesia digemparkan oleh kabar dugaan penemuan gunung emas dengan cadangan mencapai 53 juta ton di Kalimantan Timur. Namun, kabar yang sempat menarik perhatian dunia tersebut akhirnya terbukti hanya sebagai sebuah penipuan besar.

Berdasarkan laporan investigasi majalah Tempo pada 30 November 1998, perusahaan tambang asal Kanada yang memicu kehebohan tersebut bernama Bre-X. Laporan itu mengategorikan Bre-X sebagai perusahaan gurem, yang berarti skala operasionalnya tergolong kecil.

Awal Mula Klaim Gunung Emas di Busang

Peristiwa ini bermula pada tahun 1993 ketika sekelompok peneliti dari Bre-X melakukan perjalanan selama 12 hari menyusuri hutan tropis di Kalimantan Timur. Perjalanan tersebut bertujuan untuk menemukan wilayah bernama Busang. Sebelum pencarian dilakukan, seorang ahli geologi bernama John Felderhof mengeklaim bahwa wilayah Busang menyimpan kandungan emas yang melimpah.

Baca Juga

Ketua DPD RI Minta Aparat Penegak Hukum Tindak Tegas Pelaku Penyebab Karhutla

Ketua DPD RI Minta Aparat Penegak Hukum Tindak Tegas Pelaku Penyebab Karhutla

Setelah menelusuri kawasan tersebut, pihak perusahaan mengumumkan prospek masa depan Busang kepada para investor. Bre-X mengeklaim bahwa cadangan emas di lokasi tersebut diperkirakan bisa mencapai 53 juta ton. Selain itu, mereka juga mengumumkan bahwa tanah Busang memiliki kandungan emas yang diibaratkan seperti gunung emas sebesar 53 ton.

Lonjakan Saham dan Keterlibatan Tokoh Nasional

Klaim temuan emas dalam jumlah luar biasa ini langsung memicu pergerakan masif di bursa saham. Di Kanada, harga saham Bre-X meroket tajam hingga mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarahnya. BBC International mencatat nilai perusahaan yang awalnya sangat kecil seketika melambung tinggi hingga mencapai Rp7 triliun.

Kabar ini juga menarik perhatian sejumlah tokoh penting yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Soeharto. Pengusaha Bob Hasan dan putra Soeharto, Sigit Harjojudanto, mulai mengambil langkah melalui perusahaan mereka masing-masing untuk menguasai area penambangan di Busang.

Baca Juga

Penyelidikan Kematian Sutrimo di Kebayoran Lama, Polisi Periksa 27 Saksi dan Lakukan Ekshumasi

Penyelidikan Kematian Sutrimo di Kebayoran Lama, Polisi Periksa 27 Saksi dan Lakukan Ekshumasi

Pada tahun 1997, Bob Hasan telah mengakuisisi 50 persen saham PT Askatindo Karya Mineral dan PT Amsya Lina yang menguasai wilayah penambangan Busang I dan Busang II. Sementara itu, Sigit Harjojudanto dibujuk oleh pihak Bre-X dengan bayaran 1 juta dolar AS per bulan agar perusahaannya, PT Panutan Daya, bertindak sebagai konsultan di Busang.

Terbongkarnya Penipuan dan Misteri Kematian Michael de Guzman

Langkah Bre-X di Indonesia mulai menemui jalan terjal saat Presiden Soeharto mew

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

Pemerintah Klarifikasi Potensi 1.800 Ton Emas Masyarakat di 'Bawah BantalPemerintah Salurkan Bansos Tahap III 2026, Begini Cara Cek Kelayakan PenerimaPresiden Prabowo Jadwalkan Peluncuran Program PLTS 100 GWp di BaliKetua DPD RI Minta Aparat Penegak Hukum Tindak Tegas Pelaku Penyebab KarhutlaPenyelidikan Kematian Sutrimo di Kebayoran Lama, Polisi Periksa 27 Saksi dan Lakukan EkshumasiUpdate Gempa NTT, Korban Meninggal Capai 103 Orang, 185 Ribu Warga MengungsiArti Mimpi Tersandung di Jalan dan Makna di BaliknyaMenhut Raja Antoni Jelaskan Alasan Tak Ikut Kunjungan Presiden Prabowo ke Kalimantan dan Sumatera

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap