apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

Pemerintah Dorong Teknologi Pirolisis untuk Percepat Pengelolaan Sampah Nasional

Parlin SinagaDiterbitkan 10 Agu 2026 - 11.55 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah Dorong Teknologi Pirolisis untuk Percepat Pengelolaan Sampah Nasional
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Tumpukan sampah di berbagai Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Indonesia kerap menjadi bom waktu yang mengancam kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat, terutama saat musim kemarau tiba. Situasi ini diperparah oleh dampak fenomena cuaca El Nino yang memperpanjang masa kering di berbagai wilayah. Cuaca panas ekstrem tersebut secara langsung meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hebat pada gunungan sampah di TPA. Menghadapi tantangan nyata ini, pemerintah Indonesia mengambil langkah taktis untuk mempercepat pengelolaan sampah nasional. Kebijakan ini tidak hanya berfokus pada pengurangan volume limbah, tetapi juga dirancang untuk mengantisipasi potensi bencana kebakaran yang kerap melanda TPA di tanah air.

Menteri Koordinator Bidang Pangan,

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
Zulkifli Hasan
, menyatakan bahwa salah satu strategi utama yang kini tengah didorong oleh pemerintah adalah percepatan penanganan sampah melalui pemanfaatan teknologi pirolisis. Metode ini dipilih karena kemampuannya yang dinilai efektif dalam mengurai masalah sampah secara cepat. Melalui penerapan teknologi pirolisis, sampah yang menumpuk tidak lagi sekadar dibuang atau ditimbun, melainkan dikonversi menjadi sumber
energi terbarukan
. Kehadiran teknologi ini diproyeksikan sebagai langkah pelengkap yang strategis untuk mendampingi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang pembangunannya sedang berjalan di beberapa daerah.

Upaya transformasi tata kelola sampah ini didukung oleh regulasi yang kuat dari pemerintah pusat. Sebagai bentuk implementasi nyata dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, Indonesia dalam waktu dekat ditargetkan akan memiliki 13 lokasi PSEL yang tersebar di berbagai wilayah strategis. Salah satu proyek yang menjadi acuan penting dalam rencana ini adalah pembangunan PSEL di Kota Palembang. Fasilitas pengolahan sampah di kota tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara penuh pada Oktober 2026, yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memanfaatkan sampah menjadi sumber energi listrik.

Baca Juga

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Dalam merealisasikan target-target tersebut, sinergi antarinstitusi menjadi kunci utama di lapangan. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) berkolaborasi secara erat dengan pemerintah daerah untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur ini. Kerja sama tersebut di antaranya bertujuan untuk menyokong kelancaran Proyek Strategis Nasional PSEL Bogor Raya 1. Tidak hanya itu, kemitraan antara TNI-AD dan pemerintah daerah ini juga mencakup pengembangan proyek percontohan pirolisis di lima lokasi utama, yaitu Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Semarang, Kota Bekasi, dan DKI Jakarta. Pemilihan lokasi-lokasi percontohan ini diharapkan dapat memberikan data konkret mengenai efektivitas operasional teknologi pirolisis di tingkat perkotaan.

Bagaimana sebenarnya teknologi pirolisis bekerja dalam mengatasi krisis sampah ini? Keunggulan utama dari teknologi pirolisis terletak pada kemampuannya untuk mengolah sampah yang sudah lama menumpuk dan mengendap di TPA. Sampah-sampah tersebut diproses sedemikian rupa hingga menghasilkan bahan bakar terbarukan yang kualitasnya diklaim setara dengan solar. Dengan mengubah limbah padat menjadi bahan bakar cair setara solar, teknologi ini menawarkan solusi ganda yang sangat praktis. Di satu sisi, beban volume sampah di TPA berkurang drastis, dan di sisi lain, Indonesia mendapatkan tambahan pasokan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

Baca Juga

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Meskipun teknologi ini menawarkan potensi yang sangat menjanjikan, pemerintah tetap realistis mengenai batasan kapasitas pengelolaan yang ada saat ini. Kapasitas seluruh PSEL yang direncanakan di Indonesia rupanya baru mampu menangani sekitar 22 persen dari total timbunan sampah nasional. Kesenjangan kapasitas yang cukup besar inilah yang coba ditutupi oleh teknologi pirolisis. Zulkifli Hasan mengklaim bahwa apabila teknologi pirolisis ini berhasil diterapkan secara luas di berbagai wilayah, sistem tersebut akan mampu menangani tambahan sekitar 20 persen dari seluruh persoalan sampah nasional. Gabungan antara kapasitas PSEL dan pirolisis diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam mengurangi tumpukan sampah secara nasional.

Secara keseluruhan, integrasi antara proyek PSEL dan pengembangan teknologi pirolisis menjadi langkah maju bagi Indonesia dalam mengelola lingkungan hidup secara berkelanjutan. Langkah akselerasi ini tidak hanya berfungsi sebagai tameng mitigasi untuk mencegah kebakaran TPA akibat dampak El Nino, tetapi juga sebagai motor penggerak transisi energi di tingkat lokal. Melalui sinergi antara Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, kontribusi aktif TNI-AD, serta komitmen dari jajaran pemerintah daerah, pemanfaatan teknologi pengolahan sampah ini diharapkan dapat berjalan konsisten demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan mandiri energi.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Zulkifli Hasanpengelolaan sampahEnergi Terbarukan

Berita Terbaru Lainnya

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah RakyatProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanPemilik Lapangan Padel di Bandung Didenda Rp100 Juta dan Wajib Tanam 1.000 PohonMegawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di Gedung Kesenian JakartaKapolri Ingatkan Ancaman Judi Online dan Penipuan Digital bagi Generasi MudaSinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan DaerahKecerdasan Buatan Mulai Jadi Andalan Cari Nasihat Keuangan meski Minim Kepercayaan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026