Keterbatasan tidak menjadi penghalang bagi Muhammad Wildan Al Ghozali, seorang pelajar asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, untuk mengukir prestasi di kancah teknologi internasional. Pelajar yang kini duduk di kelas XI MAN 1 Kotawaringin Timur tersebut berhasil mencatatkan namanya dalam daftar kehormatan atau Hall of Fame milik U.S. Department of Education (Departemen Pendidikan Amerika Serikat). Pengakuan internasional ini ia dapatkan berkat kontribusi pentingnya dalam menemukan celah keamanan siber secara etis pada sistem yang terkait dengan lembaga tersebut.
Ketertarikan Wildan pada dunia teknologi informasi dan komputer mulai tumbuh sejak ia masih menempuh pendidikan di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Lahir sebagai anak keempat dari delapan bersaudara dengan orang tua yang bekerja di sektor swasta, Wildan memilih untuk belajar secara mandiri. Tanpa pendidikan formal khusus di bidang pemrograman, ia mengandalkan platform media sosial, mesin pencari, serta berbagai referensi di internet untuk mengasah kemampuannya. Sebelum memfokuskan diri pada bidang keamanan siber, Wildan bahkan sempat memanfaatkan keahliannya dengan membuka jasa pembuatan situs web.








