apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Nasional

Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Tidak Sehat

Parlin SinagaDiterbitkan 23 Agu 2026 - 23.13 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Tidak Sehat
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Kebakaran hutan dan lahan kembali berdampak pada wilayah Riau. Saat ini, Pekanbaru diselimuti kabut asap, kualitas udara tidak sehat pun mulai mendominasi aktivitas warga. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi bahwa kabut asap ini telah menurunkan jarak pandang secara signifikan di ibu kota Provinsi Riau tersebut.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Yudhistira, mengonfirmasi bahwa jarak pandang di Kota Pekanbaru sempat menyusut hingga menyisakan sekitar 2,5 kilometer akibat kepungan asap. Kondisi ini terpantau pada sore hari dan memicu penurunan kualitas udara yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Penurunan Jarak Pandang dan Kualitas Udara Buruk

Berdasarkan pembaruan data cuaca pada hari Minggu (23/8) pukul 16.00 WIB, dampak kabut asap tidak hanya dirasakan di Pekanbaru. Jarak pandang di Rengat terpantau sejauh 5 kilometer dengan kondisi berasap. Sementara itu, wilayah Pelalawan mencatatkan jarak pandang 6 kilometer, dan Tambang berada di angka 9 kilometer.

Baca Juga

KAI Uji Coba Penambahan Frekuensi LRT Jabodebek di Jam Sibuk Mulai 8 Juni 2026

KAI Uji Coba Penambahan Frekuensi LRT Jabodebek di Jam Sibuk Mulai 8 Juni 2026

Kondisi udara di Pekanbaru berdasarkan pengukuran partikulat PM 2,5 sebagian besar waktu terpantau berada dalam kategori tidak sehat. Udara bersih dengan kategori baik hanya sempat dinikmati warga dalam rentang waktu yang sangat singkat, yakni pada pagi hari pukul 04.00-06.00 WIB dan siang hari pukul 11.00-13.00 WIB.

Memasuki sore menjelang malam, kualitas udara justru merosot tajam. Pada pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB, konsentrasi PM 2,5 melonjak hingga mencapai 170 mikrogram per meter kubik. Angka ini menunjukkan bahwa kualitas udara di Pekanbaru telah masuk ke level sangat tidak sehat.

Sebaran Titik Panas di Sumatra dan Riau

Kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru ini sejalan dengan maraknya titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Pulau Sumatra. Pada Minggu sore, BMKG mencatat total ada 1.754 titik panas yang tersebar di berbagai provinsi di Sumatra.

Baca Juga

Sinergi Pengendalian Banjir Jakarta dan Pengerukan Kanal Banjir Barat

Sinergi Pengendalian Banjir Jakarta dan Pengerukan Kanal Banjir Barat

Sumatera Selatan menjadi wilayah penyumbang titik panas terbanyak dengan 973 titik. Provinsi Riau berada di peringkat kedua dengan temuan 306 titik panas. Selebihnya tersebar di Jambi (198 titik), Lampung (119 titik), Bangka Belitung (87 titik), Kepulauan Riau (36 titik), Sumatera Utara (16 titik), Sumatera Barat (10 titik), Aceh (5 titik), dan Bengkulu (4 titik).

Khusus di wilayah Provinsi Riau, konsentrasi titik panas paling banyak terdeteksi di Kabupaten Pelalawan dengan total 161 titik, disusul oleh Kabupaten Inderagiri Hilir yang menyumbang 101 titik. Beberapa wilayah lain di Riau juga turut menyumbang titik panas dengan rincian Siak (20 titik), Rokan Hulu (5 titik), Inderagiri Hulu (5 titik), Kuantan Singingi (4 titik), Rokan Hilir (4 titik), serta Kota Dumai (1 titik).

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BMKGPekanbaruKabut AsapKualitas Udara

Berita Terbaru Lainnya

Pilah-pilih Reksa Dana dan Unit Link saat Selat Hormuz Masih PanasOtorita IKN dan PT Indobox Cinematic Buana Sepakati Pembangunan Bioskop di NusantaraAda Bank di Bekasi Izinnya Baru Dicabut OJK, Ini NamanyaKAI Uji Coba Penambahan Frekuensi LRT Jabodebek di Jam Sibuk Mulai 8 Juni 2026Cara Pemerintah Meratakan Akses Internet di Daerah 3T Melalui Satelit SATRIA-1Smelter Freeport di Gresik Siap Beroperasi Kembali Mulai September 2026Sinergi Pengendalian Banjir Jakarta dan Pengerukan Kanal Banjir BaratTol Baru Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi Segera Dibuka, Dua Seksi Kantongi SLO

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap