PDI Perjuangan (PDIP) secara resmi mengirimkan Kapal Laksamana Malahayati ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal ini merupakan sebuah kapal rumah sakit terapung yang secara khusus dikerahkan untuk membantu penanganan warga yang terdampak oleh bencana gempa bumi di wilayah tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian sosial dan respons cepat terhadap situasi darurat yang sedang dihadapi oleh masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
Upacara pelepasan Kapal Laksamana Malahayati tersebut dilaksanakan secara langsung di kawasan Pulomerak, Cilegon, Banten. Kegiatan pelepasan kapal rumah sakit terapung ini berlangsung pada hari Kamis malam, tanggal 20 Agustus. Dengan pelepasan resmi dari Pulomerak, Cilegon, Banten, kapal ini memulai perjalanannya menuju wilayah Nusa Tenggara Timur untuk segera menjalankan misi kemanusiaan dalam membantu warga yang terdampak gempa bumi di daerah tersebut.
DJKI dan BNI Fasilitasi Pencatatan Hak Cipta Gratis untuk 1.000 Pencipta di 33 Provinsi

Terkait pengiriman kapal rumah sakit terapung ini, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, memberikan penjelasan resmi kepada publik. Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa pengerahan dan pengiriman Kapal Laksamana Malahayati tersebut dilakukan atas instruksi dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Arahan dari Megawati Soekarnoputri ini menjadi dasar utama bagi seluruh jajaran partai untuk mengoordinasikan bantuan kemanusiaan ini demi meringankan beban warga di NTT yang sedang menghadapi dampak bencana alam gempa bumi.
Setibanya di lokasi tujuan di Nusa Tenggara Timur, Kapal Laksamana Malahayati tidak akan bekerja sendirian dalam menangani dampak bencana. Kapal rumah sakit terapung ini dijadwalkan untuk segera bergabung dengan tim Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) yang sudah terlebih dahulu berada di lapangan. Selain bergabung dengan tim Badan Penanggulangan Bencana (Baguna), kapal ini juga akan bersinergi secara langsung dengan para relawan kesehatan PDIP yang sebelumnya telah ditempatkan dan bersiaga di wilayah Flores dan sekitarnya untuk membantu para korban gempa.
Pemko Padang Galang Donasi untuk Korban Gempa di NTT

Melalui kolaborasi erat antara Kapal Laksamana Malahayati, tim Badan Penanggulangan Bencana (Baguna), serta para relawan kesehatan PDIP yang berada di Flores dan sekitarnya, diharapkan penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur dapat berjalan dengan lebih efektif. Pengiriman kapal rumah sakit terapung ini menunjukkan komitmen nyata dalam merespons bencana alam. Sesuai arahan Megawati Soekarnoputri yang disampaikan oleh Hasto Kristiyanto saat pelepasan di Pulomerak, Cilegon, Banten pada Kamis (20/8) malam, seluruh elemen yang terlibat akan berfokus penuh pada upaya pemberian bantuan kemanusiaan bagi warga yang membutuhkan di daerah terdampak gempa.






