Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, secara resmi meresmikan operasional Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang melayani rute Medan-Binjai dan Medan-Lubukpakam. Langkah ini diharapkan mampu mendorong integrasi sistem transportasi publik sekaligus mengubah budaya mobilitas masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Setelah prosesi peresmian, Bobby Nasution bersama rombongan langsung menjajal operasional BRT Mebidang dengan menaiki bus listrik. Uji coba perjalanan ini dilakukan mulai dari Terminal Lubukpakam hingga tiba di Pos Blok Lapangan Merdeka Medan. Kehadiran layanan transportasi publik berbasis bus listrik ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan sistem transportasi yang modern, terintegrasi, serta ramah lingkungan di kawasan metropolitan Medan, Binjai, dan Deliserdang (Mebidang).
Aturan Pengangkutan Barang Impor dan Ekspor Berubah, Ini 5 Poin yang Perlu Diketahui

Penyediaan infrastruktur transportasi massal ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat kepadatan lalu lintas di wilayah tersebut. Berdasarkan data TomTom Traffic Index, tingkat kemacetan di Kota Medan saat ini mencapai sekitar 54,2 persen. Selain itu, pengembangan kawasan perkotaan juga menjadi prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Kawasan Medan dan sekitarnya masuk dalam daftar sekitar 20 kota atau kawasan perkotaan prioritas nasional. Untuk mendukung program tersebut, Kementerian Perhubungan meluncurkan proyek percontohan BRT Transit di kawasan Medan dan Bandung Raya dengan dukungan dari Bank Dunia.
Pada tahap awal ini, operasional bus masih berada dalam fase uji coba dengan mengoperasikan dua unit bus listrik. Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Yuda Pratiwi Setiawan, menjelaskan bahwa uji coba ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi teknis kendaraan, mengukur waktu tempuh, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Sementara itu, Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Muiz Thohir, menyatakan bahwa kehadiran BRT Mebidang merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membangun sistem transportasi perkotaan yang lebih modern dan terintegrasi.
Bupati Jember Dukung Rencana Peralihan Status PPPK Menjadi PNS

Sistem BRT Mebidang ditargetkan beroperasi secara penuh mulai 8 Desember 2026 dengan mengerahkan total 30 unit bus listrik. Dari seluruh armada tersebut, sebanyak 14 unit akan dialokasikan untuk Koridor 11 yang melayani rute Teladan–Terminal Lubukpakam, 13 unit untuk Koridor 12 rute Simpang Barat–Binjai, dan 3 unit sisanya disiagakan sebagai armada cadangan. Selama masa uji coba, masyarakat dapat menikmati layanan ini secara gratis, sedangkan tarif setelah beroperasi penuh direncanakan sebesar Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 untuk kategori khusus seperti pelajar, lansia, serta penyandang disabilitas.






