apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

Pakar Ungkap Faktor Penyebab Kebakaran Gunung Bromo Sulit Dipadamkan

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 10 Agu 2026 - 10.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pakar Ungkap Faktor Penyebab Kebakaran Gunung Bromo Sulit Dipadamkan
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Gunung Bromo kini telah berlangsung selama lebih dari sepekan tanpa menunjukkan tanda-tanda mereda. Kobaran api dilaporkan terus bergerak mendekati padang savana, kawasan ikonik yang selama ini menjadi destinasi favorit para wisatawan. Meskipun berbagai upaya pemadaman telah dikerahkan secara intensif oleh tim gabungan di lapangan, kondisi cuaca dan medan yang ekstrem membuat proses penjinakan si jago merah menghadapi hambatan yang sangat besar.

Menanggapi situasi darurat yang kian meluas ini, Daryono, seorang anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), memaparkan analisisnya mengenai penyebab utama di balik sulitnya mengendalikan kobaran api di kawasan pegunungan tersebut. Menurut analisisnya, terdapat tiga faktor utama yang saling berkaitan dan memperburuk kondisi kebakaran di lapangan. Faktor pertama yang sangat memengaruhi adalah kombinasi dari cuaca panas ekstrem yang berkepanjangan, yang secara perlahan mengeringkan seluruh vegetasi di sekitar taman nasional.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Faktor kedua yang menjadi tantangan terberat bagi tim pemadam adalah hembusan angin kencang di sekitar puncak dan lereng Gunung Bromo. Kekuatan angin yang sangat besar ini bahkan mampu menerbangkan bara api hingga melompati Lautan Pasir. Padahal, bentangan pasir yang luas tersebut secara geografis berfungsi sebagai sekat alami yang seharusnya mampu membatasi dan menahan laju penyebaran api ke area lain. Akibat lompatan api ini, titik-titik kebakaran baru bermunculan di luar batas isolasi alami tersebut.

Baca Juga

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Faktor ketiga yang menjadi pemicu cepatnya api membesar adalah melimpahnya bahan bakar alami berupa rumput dan semak-semak kering di kawasan Bukit Teletubbies. Akumulasi material vegetasi yang kering akibat musim kemarau ini menjadi bahan bakar ideal yang sangat mudah tersulut. Ketika bara api yang terbawa angin mendarat di area ini, api dengan cepat menjalar dan menciptakan kobaran besar yang sulit didekati oleh petugas pemadam darat.

Di sisi lain, upaya pemadaman yang dilakukan secara masif lewat jalur udara dan darat juga terus menemui kendala teknis. Tim gabungan telah mengerahkan metode pemadaman menggunakan teknik water bombing, penyemprotan menggunakan drone (drone spray), hingga penanganan darat secara manual. Namun, hembusan angin berkecepatan tinggi di area pegunungan terus memecah konsentrasi air yang dijatuhkan dari udara, sehingga air menguap atau tersebar sebelum sempat memadamkan titik api utama di permukaan tanah.

Melihat eskalasi bahaya yang terus meningkat dan mengancam keselamatan publik, pihak berwenang kini tengah mempertimbangkan langkah-langkah darurat yang lebih ketat. Salah satu opsi yang berpotensi kuat untuk diambil dalam waktu dekat adalah penutupan total seluruh akses wisata menuju kawasan Gunung Bromo. Langkah penutupan ini direncanakan mencakup pintu masuk utama seperti jalur Cemoro Lawang dan Wonokitri, demi memprioritaskan keselamatan masyarakat sekitar serta mencegah adanya wisatawan yang terjebak di area bencana.

Baca Juga

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Untuk saat ini, strategi pemadaman yang diterapkan oleh tim gabungan di lapangan difokuskan pada dua langkah taktis utama. Fokus pertama adalah memutus jalur rambatan api agar tidak semakin meluas ke area hutan lindung lainnya. Fokus kedua adalah mengoptimalkan jalur evakuasi yang aman bagi para petugas pemadam maupun masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan terdampak. Sebagai bagian dari strategi ini, pembuatan sekat bakar (firebreak) terus diprioritaskan di titik-titik kritis, salah satunya di sepanjang Jalur Lingkar Kaldera Tengger.

Peristiwa kebakaran yang berulang di kawasan Bromo ini juga memicu sorotan dari para pengamat kebencanaan mengenai pola penanganan jangka panjang. Sejumlah pakar menilai bahwa manajemen kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi seperti Bromo memerlukan perubahan paradigma. Penanganan ke depan tidak boleh lagi hanya mengandalkan pemadaman yang bersifat reaktif saat api sudah membesar. Sebaliknya, dibutuhkan pendekatan jangka panjang yang terintegrasi, mulai dari pemantauan kelembaban vegetasi secara berkala hingga kesiapan infrastruktur pencegahan sebelum memasuki musim kemarau.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Gunung Bromokebakaran hutanKarhutla

Berita Terbaru Lainnya

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah RakyatProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanPemilik Lapangan Padel di Bandung Didenda Rp100 Juta dan Wajib Tanam 1.000 PohonMegawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di Gedung Kesenian JakartaKapolri Ingatkan Ancaman Judi Online dan Penipuan Digital bagi Generasi MudaSinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan DaerahKecerdasan Buatan Mulai Jadi Andalan Cari Nasihat Keuangan meski Minim Kepercayaan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026