Puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2026 diselenggarakan di SMA Negeri 1 Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao. Wilayah ini terletak di bagian paling selatan NTT dan berbatasan langsung dengan perairan Indonesia-Australia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan kegiatan ini untuk memperluas literasi keuangan hingga ke wilayah tersebut.
Perjalanan menuju Rote Ndao memiliki tantangan tersendiri karena letak geografisnya yang masuk dalam kategori daerah 3T, yaitu wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Akses transportasi menuju wilayah ini sangat bergantung pada kondisi alam. Perubahan cuaca seperti angin kencang sering kali memicu pembatalan jadwal penyeberangan laut maupun penerbangan. Kendati dihadapkan pada kendala tersebut, pelaksanaan edukasi keuangan bagi para pelajar tetap berjalan.
Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Dalam momentum tersebut, tercatat sebanyak 220.194 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) berhasil dibuka secara serentak di 22 kabupaten dan kota di seluruh NTT. Pencapaian ini berhasil memecahkan Rekor MURI untuk kategori pembukaan rekening SimPel secara serentak terbanyak. Gerakan ini melibatkan kolaborasi antara OJK NTT yang dipimpin Plt. Kepala OJK NTT Yan Jimmy Hendrik Simarmata, Pemerintah Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao di bawah Bupati Paulus Henuk, Bank NTT, satuan pendidikan, serta pemangku kepentingan lainnya.
64,5% Pelaku UMKM Perempuan, Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011, OJK memiliki tiga fungsi utama, yaitu mengatur, mengawasi, dan melindungi. Dalam pelaksanaannya, OJK berupaya memperkecil jarak antara tingkat inklusi dan literasi keuangan. Sub Manager Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Shabrina Kirgizia Hanum, menyampaikan bahwa inklusi dan literasi keuangan harus berjalan beriringan agar tidak terjadi ketimpangan.
Untuk memudahkan pemahaman para pelajar, Duta Literasi Keuangan OJK Romualdus San Udika Jurnalos, atau Sandi, memberikan analogi sederhana. Ia mengibaratkan pengelolaan keuangan seperti sampan yang digunakan masyarakat Rote untuk melaut. Menurut Sandi, pengelolaan uang yang buruk layaknya sampan yang bocor. Jika kebocoran tersebut diabaikan dan sampan tetap dipaksakan berlayar tanpa diperbaiki, maka sampan berisiko karam di lautan.
Modus Klik Persetujuan Rektor, KPK Bongkar Tiga Klaster Korupsi di Unsoed

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa pencapaian rekor ini bukanlah tujuan akhir, melainkan penanda untuk terus bergerak bersama agar rekening yang telah dibuka tetap aktif. Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, juga turut mengajak para pelajar untuk mulai belajar bertanggung jawab dengan menyisihkan sebagian uang jajan mereka untuk ditabung.






