Persatuan tidak selamanya harus berarti peleburan identitas. Dalam konteks keberagaman organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia, menjaga karakteristik khas masing-masing kelompok justru menjadi kekuatan tersendiri. Gagasan inilah yang ditekankan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Anwar Iskandar. Ia mengibaratkan jalinan persatuan ini seperti sapu lidi, di mana setiap lidi tetap mempertahankan wujudnya, namun menjadi alat yang berdaya guna tinggi ketika diikat erat bersama-sama. Dalam hal ini, MUI memosisikan diri sebagai pengikat dari berbagai ormas Islam yang ada di tanah air.
Pernyataan tersebut disampaikan Anwar saat menutup Kongres Umat Islam Indonesia ke-Delapan di Jakarta. Menurutnya, menghargai perbedaan wadah perjuangan seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah adalah kunci. NU tidak perlu menjelma menjadi Muhammadiyah, begitu pula sebaliknya. Yang terpenting adalah komitmen bersama untuk menjaga persaudaraan Islam demi menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Ego sektoral harus dikesampingkan demi kemaslahatan yang lebih besar bagi seluruh umat.








