Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara Partai Kebangkitan Bangsa baru-baru ini memicu diskusi hangat di ruang publik. Di hadapan kader partai tersebut, Pramono melontarkan pandangan bahwa politisi yang memilih hengkang dari partainya tidak akan pernah bertransformasi menjadi tokoh besar. Meski disampaikan dalam nada santai sebagai obrolan dengan Muhaimin Iskandar, opini ini segera memantik spekulasi liar. Publik menduga pernyataan tersebut merupakan sindiran halus yang dialamatkan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo, yang hubungannya dengan PDI Perjuangan merenggang menjelang akhir masa jabatannya.
Namun, jika ditelisik dari kacamata sejarah politik Indonesia, klaim Pramono tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan fakta di lapangan. Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes, menilai bahwa tesis tersebut tidak terbukti secara empiris. Di panggung nasional, fenomena pecah kongsi atau keluar dari parpol justru melahirkan figur-figur raksasa baru. Prabowo Subianto dan Surya Paloh adalah contoh nyata bagaimana alumni Partai Golkar berhasil membangun imperium politik baru, yakni Gerindra dan NasDem, bahkan mengantarkan Prabowo ke kursi kepresidenan.








