apriniageosat.co.id
HomeNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Home/Politik

Benarkah Karier Politik Mati Setelah Meninggalkan Partai

Nyaring AranPublished 27 Jul 2026 - 20.50 路 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Benarkah Karier Politik Mati Setelah Meninggalkan Partai
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara Partai Kebangkitan Bangsa baru-baru ini memicu diskusi hangat di ruang publik. Di hadapan kader partai tersebut, Pramono melontarkan pandangan bahwa politisi yang memilih hengkang dari partainya tidak akan pernah bertransformasi menjadi tokoh besar. Meski disampaikan dalam nada santai sebagai obrolan dengan Muhaimin Iskandar, opini ini segera memantik spekulasi liar. Publik menduga pernyataan tersebut merupakan sindiran halus yang dialamatkan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo, yang hubungannya dengan PDI Perjuangan merenggang menjelang akhir masa jabatannya.

Namun, jika ditelisik dari kacamata sejarah politik Indonesia, klaim Pramono tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan fakta di lapangan. Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes, menilai bahwa tesis tersebut tidak terbukti secara empiris. Di panggung nasional, fenomena pecah kongsi atau keluar dari parpol justru melahirkan figur-figur raksasa baru. Prabowo Subianto dan Surya Paloh adalah contoh nyata bagaimana alumni Partai Golkar berhasil membangun imperium politik baru, yakni Gerindra dan NasDem, bahkan mengantarkan Prabowo ke kursi kepresidenan.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Also Read

Polda Metro Jaya Selidiki Penyebab Kematian Sutrimo di Kebayoran Baru

Polda Metro Jaya Selidiki Penyebab Kematian Sutrimo di Kebayoran Baru

Perbedaan nasib para "migran politik" ini tampaknya sangat bergantung pada kultur partai asal mereka. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, melihat ada dualisme realitas dalam fenomena ini. Di satu sisi, bagi kader PDI Perjuangan, keluar dari barisan sering kali berujung pada redupnya karier politik, seperti yang dialami Laksamana Sukardi dan Eros Djarot. Di sisi lain, bagi partai dengan kultur seperti Golkar, faksi yang keluar justru kerap tumbuh menjadi kekuatan baru. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menambahkan dimensi moral dalam perdebatan ini, dengan menyebut bahwa yang dimaksud Pramono adalah mereka yang pergi karena mengkhianati ideologi demi kepentingan pragmatis.

Reaksi keras juga datang dari lingkaran pendukung Jokowi. Ahmad Ali dari Partai Solidaritas Indonesia menilai analogi tersebut tidak relevan jika ditujukan kepada mantan presiden tersebut. Menurutnya, Jokowi tidak secara sukarela meninggalkan PDI Perjuangan, melainkan diberhentikan oleh partai. Ali mengkritik narasi tersebut sebagai sikap yang jemawa dan mengingatkan bahwa kesuksesan seorang tokoh tidak hanya ditentukan oleh mesin partai politik. Pandangan serupa diungkapkan oleh Eva Sundari, mantan kader PDI Perjuangan yang kini berkiprah di NasDem. Eva membuktikan bahwa berpindah haluan justru memberinya ruang aktualisasi yang lebih besar untuk memperjuangkan isu-isu perempuan dan minoritas.

Also Read

Port FC dan Persebaya Berjaya di Laga Pembuka Grup B Piala Presiden 2026

Port FC dan Persebaya Berjaya di Laga Pembuka Grup B Piala Presiden 2026

Dari sudut pandang kelembagaan, sistem presidensial di Indonesia memang menempatkan partai politik sebagai kendaraan utama untuk meraih kekuasaan. Pengamat politik Universitas Sebelas Maret, Agus Riewanto, menegaskan bahwa tanpa sokongan parpol, seorang politisi akan kehilangan basis logistik dan legalitas hukum. Guna menjembatani dinamika ini tanpa merusak etika politik, CSIS mengusulkan adanya reformasi regulasi pemilu. Salah satunya dengan memperketat syarat keanggotaan minimal dua hingga tiga tahun sebelum seorang kader diizinkan maju dalam kontestasi legislatif, sehingga perpindahan partai tidak sekadar menjadi transaksi politik sesaat.

Follow apriniageosat.co.id

Add to preferred sources on Google

Topik Terkait

Pramono Anungpindah partaipolitik indonesiapartai politikkaderisasi parpol

Berita Terbaru Lainnya

Prabowo Segera Usulkan Calon Gubernur Bank Indonesia yang BaruPemegang Saham Tesla Setujui Paket Gaji Raksasa Elon Musk dan Pindah Domisili ke TexasPemerintah Bebaskan Pajak BPHTB untuk Dorong Pembangunan Rumah MurahCara Cerdas Menghemat Anggaran Bulanan Pasca Gajian di Transmart Hari IniTransmart Gelar Diskon Besar untuk TV dan Kulkas Hanya Hari IniPerry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank IndonesiaPerry Warjiyo Mundur Setelah Empat Dekade Mengabdi di Bank IndonesiaPerry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Belajar dari Kasus Lubuk Pakam, Ini Prosedur Aman Aktivasi Rekening PIP

Pendidikan

Belajar dari Kasus Lubuk Pakam, Ini Prosedur Aman Aktivasi Rekening PIP

27 Jul 2026

Transmart Pangkas Harga Sepeda Listrik hingga Jutaan Rupiah Hanya Hari Ini

Ekonomi

Transmart Pangkas Harga Sepeda Listrik hingga Jutaan Rupiah Hanya Hari Ini

27 Jul 2026

馃敟

Popular

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Belajar dari Kasus Lubuk Pakam, Ini Prosedur Aman Aktivasi Rekening PIPPendidikan 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap