Apa sebenarnya tugas utama seorang petugas hubungan masyarakat (humas) di era digital ini? Apakah mereka hanya bertugas menulis siaran pers atau mendokumentasikan kegiatan pimpinan di media sosial? Pertanyaan ini dijawab langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, saat memberikan arahan kepada para pengelola kehumasan Sekolah Rakyat.
Gus Ipul menekankan bahwa peran humas jauh melampaui rutinitas administratif tersebut. Saat membuka acara Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kehumasan Sekolah Rakyat di Harris Hotel and Convention, Kabupaten Bogor, pada Rabu (19/8/2026), ia menegaskan bahwa petugas humas harus mampu menyebarkan informasi kepada masyarakat secara cepat, akurat, sekaligus dapat dipertanggungjawabkan. Humas diposisikan sebagai elemen vital yang menghubungkan lembaga dengan publik secara langsung.
Menurut Gus Ipul, humas memiliki fungsi strategis sebagai mata, telinga, sekaligus suara dari lembaga. Sebagai mata, humas bertugas mengamati situasi dan dinamika yang terjadi di lapangan. Sebagai telinga, mereka harus peka mendengarkan aspirasi serta keluhan yang dirasakan oleh masyarakat luas. Sementara sebagai suara, humas bertanggung jawab untuk memberikan penjelasan yang jernih mengenai program-program yang sedang dijalankan oleh pemerintah.
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembacok Teknisi Wifi di Subang

Dalam hal penyampaian informasi, Gus Ipul juga mengingatkan pentingnya proses verifikasi. Di tengah arus informasi yang serba cepat, kebenaran suatu berita tidak boleh dikorbankan demi mengejar kepopuleran semata. Kecepatan dan konten yang menarik memang diperlukan, bahkan menjadi viral pun merupakan hal yang diharapkan, namun kebenaran informasi tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Selain itu, ia menyampaikan bahwa cara terbaik bagi pemerintah untuk menjawab berbagai kritik dari publik adalah dengan menyajikan data, fakta, serta hasil kerja nyata.
Kegiatan pelatihan kehumasan ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 18 hingga 22 Agustus 2026. Pelatihan ini diikuti oleh 240 peserta yang berasal dari berbagai unit kerja. Rinciannya mencakup 166 perwakilan dari Sekolah Rakyat, 32 perwakilan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT), sentra, serta Sentra Terpadu di bawah Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial. Selain itu, hadir pula delapan perwakilan dari Balai dan Pusdiklatbangprof, serta satuan tugas kehumasan yang dikoordinasikan oleh Biro Humas.
KPK Tahan Mantan Kakanwil Pajak Muhammad Haniv Terkait Kasus Gratifikasi

Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat teras Kementerian Sosial. Di antaranya adalah Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Inspektur Jenderal Dody Sukmono, Staf Ahli Mensos Abdul Muis, serta Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal. Tampak hadir pula Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Staf Khusus Mensos Fatkhurohman Taufik, Kepala Pusdiklatbangprof Afrizon Tanjung, dan Kepala Biro Humas Devi Deliani.






