apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Ekonomi

Menjaga Optimisme di Tengah Risiko Geopolitik dan Geoekonomi

Togar PanjaitanDiterbitkan 14 Agu 2026 - 07.54 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Menjaga Optimisme di Tengah Risiko Geopolitik dan Geoekonomi
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Indonesia menyiapkan dana stimulus sebesar Rp26,34 triliun untuk semester kedua tahun 2026. Langkah ini diambil guna memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas sektor industri dalam negeri. Upaya intervensi kebijakan ini menjadi krusial untuk menjaga optimisme di tengah risiko geopolitik dan geoekonomi yang kian dinamis di tingkat global.

Tekanan eksternal kembali meningkat setelah lalu lintas di Selat Hormuz mengalami hambatan pada awal Juli 2026 akibat reeskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, setelah sebelumnya sempat membaik pasca kesepakatan sementara (interim deal) pada pertengahan Juni 2026. Di sisi lain, Indonesia juga menghadapi tantangan perdagangan global berupa pengenaan tarif sebesar 10% yang dimulai sejak April 2025 akibat komitmen dalam agreement on reciprocal tariff (ART). Situasi global ini berdampak pada penilaian eksternal; lembaga pemeringkat Moody's dan Fitch Ratings merevisi outlook perekonomian Indonesia menjadi negatif pada awal 2026, meskipun status investment grade tetap dipertahankan pada level BBB atau Baa2. Selain itu, defisit anggaran Indonesia untuk tahun 2026 diproyeksikan melebar hingga kisaran 2,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca Juga

Tantangan dan Solusi Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Era Pemerintahan Prabowo Subianto

Tantangan dan Solusi Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Era Pemerintahan Prabowo Subianto

Di tingkat domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatatkan dinamika yang fluktuatif. Sepanjang tahun 2022 hingga 2025, perekonomian nasional tumbuh dengan laju rata-rata 5,12% per tahun. Pada kuartal I 2026, pertumbuhan sempat meningkat menjadi 5,61%, namun kemudian terkoreksi menjadi 5,29% pada kuartal II 2026. Efisiensi investasi juga menjadi sorotan dengan angka incremental capital output ratio (ICOR) Indonesia berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 pada periode 2025-2026. Tekanan ekonomi ini turut berdampak pada sektor ketenagakerjaan. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat sedikitnya 88.519 pekerja terkena PHK pada 2025, sementara Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mencatat angka yang lebih tinggi yaitu hampir 100.000 orang. Tren PHK berlanjut di tahun 2026, di mana Kemenaker mencatat 43.000 pekerja ter-PHK pada periode Januari hingga Juni 2026, sedangkan KSPI merekam 27.000 PHK pada periode Januari hingga Maret 2026.

Meskipun demikian, sektor perbankan nasional menunjukkan kinerja yang cukup tangguh untuk menopang perekonomian. Selama periode 2022-2025, rata-rata pertumbuhan kredit tahunan mencapai 10,48%, dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) melonjak signifikan hingga 13,83% pada akhir tahun 2025. Memasuki pertengahan 2026, pertumbuhan kredit secara bruto tertahan di kisaran 12% secara tahunan, dengan jumlah kredit yang belum ditarik (undisbursed loans) mencapai Rp2.490 triliun atau setara dengan 21,52% dari total plafon. Pada Juni 2026, kredit perbankan secara keseluruhan tumbuh 12,67% secara tahunan (yoy) menjadi Rp9.080,9 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh tinggi sebesar 24,90% (yoy), kredit modal kerja sebesar 8,94% (yoy), dan kredit konsumsi sebesar 5,75% (yoy).

Baca Juga

KAI Sediakan Diskon Tiket Sambut Hari Kemerdekaan RI ke-81

KAI Sediakan Diskon Tiket Sambut Hari Kemerdekaan RI ke-81

Likuiditas dan stabilitas sektor keuangan juga tetap terjaga dengan baik. Pada Juni 2026, DPK perbankan tumbuh sebesar 10,21% (yoy) menjadi Rp10.281,8 triliun. Tingkat permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) berada di level tinggi sebesar 23,70%, dengan rasio loan to deposit ratio (LDR) yang memadai sebesar 88,32%. Kualitas kredit pun terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) gross sebesar 2,09% dan NPL net sebesar 0,82%. Untuk terus mendorong penyaluran kredit, Bank Indonesia (BI) meningkatkan batas maksimal insentif kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) menjadi 6% dari DPK yang mulai berlaku efektif September 2026. Selain itu, penyempurnaan rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM) oleh Bank Indonesia juga akan mulai diberlakukan pada Oktober 2026.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

perbankanEkonomi Indonesiageopolitik

Berita Terbaru Lainnya

Tantangan dan Solusi Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Era Pemerintahan Prabowo SubiantoTPS Ilegal di Jakarta, Bom Waktu yang Ancam Keselamatan WargaRI Bawa 5 Langkah Konkret untuk Palestina di Forum AmmanDuduk Perkara Pelanggaran Aturan dalam Proyek PDNS KemenkominfoKAI Sediakan Diskon Tiket Sambut Hari Kemerdekaan RI ke-81Proses Naturalisasi Kevin Diks, Target PSSI dan Rekam Jejak Sang Bek FC CopenhagenKeputusan BI Rate Bank Indonesia Terbaru dan Dampaknya terhadap Rupiah serta KreditPanduan dan Waktu Terbaik Mengamati Hujan Meteor Perseid 2026

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap