apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Mengenal Karakteristik Kelas Menengah Bawah dan Indikator Kerentanan Finansial

Togar PanjaitanDiterbitkan 10 Agu 2026 - 02.09 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengenal Karakteristik Kelas Menengah Bawah dan Indikator Kerentanan Finansial
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah terus berupaya menekan angka kemiskinan di tanah air demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata. Dalam pidatonya pada forum internasional World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Presiden Prabowo Subianto menyoroti penurunan tingkat kemiskinan ekstrem yang terjadi di Indonesia. Penurunan ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional, meskipun tantangan dalam membedakan serta meningkatkan taraf hidup kelompok masyarakat kelas bawah dan kelas menengah bawah masih memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.

Untuk memahami dinamika kelompok sosial-ekonomi ini, lembaga GoBankingRates mengidentifikasi lima ciri yang kerap dikaitkan dengan kelompok kelas bawah dan kelas menengah bawah. Salah satu faktor mendasar yang memicu perbedaan kelas ini adalah tingkat pendidikan. Pendidikan tinggi secara umum diakui membuka akses yang jauh lebih besar terhadap peluang kerja dengan penghasilan yang memadai serta jenjang karier yang lebih menjanjikan. Tanpa adanya latar belakang pendidikan yang memadai, masyarakat cenderung kesulitan untuk menembus pasar kerja profesional yang menawarkan kompensasi lebih tinggi.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Selain faktor pendidikan, jenis pekerjaan yang ditekuni juga menjadi indikator kuat dalam menentukan posisi ekonomi seseorang. Pekerjaan seperti pelayan restoran, sopir truk, pegawai ritel, pekerja manufaktur, hingga petugas kebersihan umumnya memiliki tingkat pendapatan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan pekerjaan di tingkat manajerial atau spesialis. CEO Salarship, Nathan Brunner, mengemukakan bahwa seseorang baru dapat dianggap berada di kelompok kelas menengah apabila mereka bekerja dalam posisi manajerial atau menempati pekerjaan spesialis. Di sisi lain, kelompok profesi seperti guru, perawat, akuntan, hingga pekerja teknologi informasi memiliki klasifikasi ekonomi yang lebih dinamis. Posisi kelas ekonomi mereka bisa sangat bervariasi tergantung pada tingkat senioritas, keahlian khusus, kepemilikan sertifikasi, lokasi tempat mereka bekerja, serta total pendapatan yang dibawa pulang.

Baca Juga

Sinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026

Sinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026

Perbedaan tingkat pendapatan ini berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, terutama untuk pos pengeluaran yang paling besar. Tempat tinggal atau perumahan menjadi salah satu kebutuhan dengan porsi pengeluaran terbesar dalam struktur anggaran rumah tangga. Bagi kelompok masyarakat kelas bawah, tingginya biaya tempat tinggal sering kali menyedot sebagian besar pendapatan mereka, sehingga menyisakan sedikit ruang untuk kebutuhan sekunder lainnya atau investasi masa depan.

Dampak finansial yang paling mengkhawatirkan dari keterbatasan pendapatan ini adalah kerentanan terhadap gejolak ekonomi. Absennya dana darurat, ketiadaan tabungan jangka panjang, serta tidak adanya persiapan untuk masa pensiun menjadi indikator utama bahwa kondisi keuangan seseorang berada dalam posisi yang sangat rentan. Ketika terjadi krisis kesehatan atau kehilangan pekerjaan secara mendadak, kelompok ini tidak memiliki bantalan finansial yang cukup untuk bertahan hidup tanpa terjerumus ke dalam utang yang lebih dalam.

Baca Juga

Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan Daerah

Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan Daerah

Menghadapi realitas ini, langkah strategis ke depan perlu difokuskan pada peningkatan akses pendidikan dan pelatihan keahlian bagi pekerja di sektor informal atau tingkat pemula. Upaya ini diharapkan dapat membantu mereka bertransisi ke pekerjaan spesialis atau manajerial yang menawarkan stabilitas pendapatan lebih baik. Selain itu, edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan, minimal pengenalan pentingnya dana darurat skala kecil, harus terus digalakkan agar masyarakat kelas bawah dapat perlahan membangun ketahanan finansial yang lebih kokoh di masa mendatang.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kesejahteraankeuangan

Berita Terbaru Lainnya

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah RakyatProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanPemilik Lapangan Padel di Bandung Didenda Rp100 Juta dan Wajib Tanam 1.000 PohonMegawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di Gedung Kesenian JakartaKapolri Ingatkan Ancaman Judi Online dan Penipuan Digital bagi Generasi MudaSinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan DaerahKecerdasan Buatan Mulai Jadi Andalan Cari Nasihat Keuangan meski Minim Kepercayaan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026