Pemerintah terus berupaya menekan angka kemiskinan di tanah air demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata. Dalam pidatonya pada forum internasional World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Presiden Prabowo Subianto menyoroti penurunan tingkat kemiskinan ekstrem yang terjadi di Indonesia. Penurunan ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional, meskipun tantangan dalam membedakan serta meningkatkan taraf hidup kelompok masyarakat kelas bawah dan kelas menengah bawah masih memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
Untuk memahami dinamika kelompok sosial-ekonomi ini, lembaga GoBankingRates mengidentifikasi lima ciri yang kerap dikaitkan dengan kelompok kelas bawah dan kelas menengah bawah. Salah satu faktor mendasar yang memicu perbedaan kelas ini adalah tingkat pendidikan. Pendidikan tinggi secara umum diakui membuka akses yang jauh lebih besar terhadap peluang kerja dengan penghasilan yang memadai serta jenjang karier yang lebih menjanjikan. Tanpa adanya latar belakang pendidikan yang memadai, masyarakat cenderung kesulitan untuk menembus pasar kerja profesional yang menawarkan kompensasi lebih tinggi.








