Tiga dekade setelah pertumpahan darah di Jalan Diponegoro, sebuah simbol keteguhan berdiri tegak untuk merekam memori kolektif bangsa. Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di halaman Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat, pada Senin, 27 Juli 2026. Dalam momen reflektif tersebut, Presiden Kelima Republik Indonesia ini menggemakan kembali falsafah kuno Satyam Eva Jayate鈥攕ebuah ajaran yang diyakininya bersumber dari Siddhartha Gautama鈥攂ahwa pada akhirnya, kebenaran mutlak akan memenangkan jalannya sendiri. Keyakinan inilah yang menjadi fondasi spiritual bagi partai berlambang banteng moncong putih tersebut dalam mengarungi dinamika politik nasional yang kerap bergejolak.








