Kekalahan telak sering kali menjadi akhir dari harapan bagi sebuah tim sepak bola. Namun, bagi pelatih tim nasional Kamboja, Koji Gyotoku, hasil minor di Stadion Pakansari justru dipandang sebagai ruang kelas yang berharga untuk mematangkan skuadnya. Kekalahan 1-5 dari Indonesia dalam lanjutan Grup A Piala AFF 2026 pada Senin lalu tidak melulu disesali sebagai kegagalan, melainkan diakui sebagai proses belajar dari lawan yang memiliki level permainan lebih matang.
Gyotoku dengan sportif mengakui keunggulan kualitas individu dan kolektif yang dimiliki oleh skuad Garuda. Menurut juru taktik asal Jepang tersebut, bertanding melawan tim dengan intensitas tinggi seperti Indonesia memberikan tekanan nyata yang dibutuhkan anak asuhnya untuk berkembang. Meski terpukul secara skor, pengalaman berhadapan langsung dengan pemain-pemain berkualitas tinggi di Asia Tenggara dianggapnya sebagai modal krusial demi masa depan sepak bola Kamboja.








