Sumatera Selatan tengah berbenah dari bayang-bayang mafia minyak. Langkah tegas diambil oleh Kepolisian Daerah Sumatera Selatan yang berhasil membongkar jaringan distribusi bahan bakar minyak ilegal skala raksasa sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2026. Operasi maraton sejak Januari hingga Juli ini tidak hanya sekadar penegakan hukum biasa, melainkan sebuah upaya penyelamatan aset negara dari eksploitasi tanpa izin yang merugikan daerah dan merusak kelestarian lingkungan.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 27 Juli, Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho membeberkan hasil nyata dari perburuan tersebut. Sebanyak 96 kasus penyalahgunaan BBM ilegal berhasil diungkap dengan menyeret 129 orang sebagai tersangka. Angka yang paling mencengangkan adalah volume minyak bumi ilegal yang berhasil diselamatkan dari pasar gelap, yakni mencapai 1.261.864 liter. Penyitaan skala besar ini membuktikan betapa masifnya perputaran bisnis gelap energi di wilayah tersebut.








