apriniageosat.co.id
HomeNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Home/Politik

Hobi Pamer Pejabat di Media Sosial Mengikis Kepercayaan Publik

Parlin SinagaPublished 28 Jul 2026 - 12.05 路 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Hobi Pamer Pejabat di Media Sosial Mengikis Kepercayaan Publik
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Layar gawai kini menjelma menjadi cermin yang memperlihatkan jurang pemisah antara penguasa dan rakyat. Belakangan ini, jagat maya kerap dihebohkan oleh aksi pamer kemewahan yang dilakukan oleh sejumlah pejabat negara melalui akun pribadi mereka. Mulai dari kepemilikan tunggangan premium, koleksi barang-barang bermerek kelas atas, hingga destinasi liburan yang serba eksklusif. Bagi sebagian pihak, hal ini dianggap sebagai hak privat atas hasil kerja keras yang sah. Namun bagi masyarakat luas yang tengah berjuang menghadapi impitan ekonomi serta ketidakpastian lapangan kerja, tayangan visual tersebut menjadi ironi yang menyakitkan sekaligus memicu gugatan moral.

Sorotan tajam dari publik ini sebenarnya tidak lagi berkutat pada kepantasan seorang abdi negara memiliki kekayaan melimpah. Isu yang jauh lebih mendasar adalah bagaimana kehadiran media sosial

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
telah mendefinisikan ulang cara masyarakat menilai integritas, empati, serta kelayakan para pemimpin mereka. Ketika seorang pejabat memutuskan untuk mengunggah kehidupan pribadinya yang serba glamor, unggahan tersebut seketika kehilangan sifat personalnya. Di mata publik, konten tersebut langsung bertransformasi menjadi representasi dari lembaga negara yang mereka pimpin, yang sering kali justru menciptakan jarak sosial yang kian lebar antara pejabat dan rakyatnya.
Also Read

Kritik Tajam atas Label Londo Ireng dari Presiden Prabowo

Kritik Tajam atas Label Londo Ireng dari Presiden Prabowo

Fenomena sosial ini dapat dibedah secara mendalam melalui kacamata sosiologi, khususnya teori dramaturgi yang digagas oleh Erving Goffman. Teori ini memandang bahwa kehidupan sosial pada dasarnya menyerupai sebuah panggung sandiwara, di mana setiap individu melakukan manajemen kesan di panggung depan guna membentuk persepsi penonton sesuai citra yang diinginkan. Di era digital, media sosial bertindak sebagai panggung depan baru dengan jangkauan audiens yang sangat luas. Masalahnya, dalam panggung digital ini, kontrol atas makna tidak lagi berada di tangan si aktor atau pejabat tersebut, melainkan sepenuhnya berada di tangan masyarakat yang menonton dan menafsirkannya.

Kesenangan pribadi yang dipamerkan di ruang digital sering kali berbenturan keras dengan realitas sosial di dunia nyata. Meskipun seorang pejabat berdalih tidak berniat memamerkan kekayaannya, publik tetap akan membacanya sebagai bentuk ketidakpekaan sosial di tengah masa-masa sulit. Standar komunikasi politik kini telah bergeser secara drastis. Legitimasi kepemimpinan tidak lagi hanya diukur dari produk hukum atau kebijakan birokrasi yang dihasilkan di atas kertas, melainkan juga dari rekam jejak visual dan perilaku yang mereka tunjukkan di ruang siber. Batas antara ranah privat dan publik pun kini menjadi sangat tipis, bahkan nyaris tidak berjarak lagi.

Also Read

Kementerian Pertanian Tetap Stabil meski Posisi Wakil Menteri Masih Kosong

Kementerian Pertanian Tetap Stabil meski Posisi Wakil Menteri Masih Kosong

Pada akhirnya, setiap unggahan di media sosial memiliki konsekuensi politik yang sangat riil. Kepercayaan publik yang telah dibangun bertahun-tahun melalui program kerja nyata dan reformasi birokrasi bisa runtuh seketika akibat satu unggahan yang dinilai kurang sensitif. Pejabat publik harus menyadari bahwa di panggung digital, mereka selalu berada di bawah sorotan lampu panggung yang dinilai secara terus-menerus. Ketika panggung tersebut lebih sering menyajikan simbol-simbol kemewahan alih-alih empati dan kepekaan sosial, maka yang perlahan-lahan runtuh bukan sekadar reputasi individu yang bersangkutan, melainkan juga wibawa serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara yang mereka wakili.

Follow apriniageosat.co.id

Add to preferred sources on Google

Topik Terkait

kepercayaan publikmedia sosialgaya hidup pejabatetika birokrasidramaturgi

Berita Terbaru Lainnya

Ribuan Anggota Satlinmas Kota Malang Dikerahkan untuk Memburu Rokok IlegalKritik Tajam atas Label Londo Ireng dari Presiden PrabowoLangkah Cepat Menjaga Stabilitas Moneter Usai Mundurnya Perry Warjiyo dari Bank IndonesiaDanantara Housing Siap Jual Stok Rumah dan Apartemen BUMN yang Belum LakuIHSG Melemah di Tengah Ketidakpastian Transisi Bank Indonesia dan Kebijakan The FedInvetra Dorong Literasi Finansial Lewat Edukasi Trading Tatap Muka di JakartaBadan Gizi Nasional Larang Dapur Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang BersubsidiAirlangga Hartarto Pastikan Stabilitas Keuangan Tetap Terjaga Pasca Mundurnya Perry Warjiyo

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Popular

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap