Provinsi Maluku Utara meraih penghargaan IKD Platinum setelah memperoleh nilai tertinggi dalam pengukuran Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) tahun 2026 untuk tingkat provinsi di Indonesia.
Di tingkat provinsi, posisi berikutnya ditempati oleh Provinsi Riau yang memperoleh penghargaan perak, disusul DKI Jakarta yang mendapatkan perunggu. Sementara itu, untuk kategori kabupaten dan kota, Kabupaten Sragen meraih Penghargaan IKD Perak, sedangkan Kota Balikpapan mendapatkan perunggu.
Penghargaan ini merupakan hasil pengukuran IKD 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pengukuran yang dilakukan bersama Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri ini baru pertama kalinya digelar pada tahun 2026 dengan melibatkan 327 daerah yang terdiri atas provinsi, kabupaten, dan kota.
Cerita Warga NTT Bertahan Hidup di Tengah Gempa Susulan

Instrumen Penilaian dan Komponen IKD
Ketua Pelaksana IKD, Ir. Handoko, menjelaskan bahwa pengukuran IKD 2026 menggunakan instrumen untuk menilai penerapan standar mutu, kapasitas inovasi, dan kebijakan praktik keinsinyuran dalam pembangunan daerah.
Terdapat lima komponen utama dan dua komponen pendukung dalam pengukuran IKD yang disepakati PII bersama BSKDN Kemendagri. Lima komponen utama tersebut meliputi Urusan, Aspek, Parameter, Kriteria, dan Predikat Indeks Keinsinyuran Daerah. Sementara itu, komponen pendukungnya terdiri atas Bobot Urusan dan rasio Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bergelar Sarjana Teknik.
Mengenal Apa Itu Desil 1-10 yang Menjadi Acuan Penerima Bansos

Implementasi Undang-Undang dan Persiapan CAFEO ke-44
Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie, menyatakan bahwa program ini merupakan implementasi dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Menurutnya, IKD bukan sekadar penghargaan, melainkan indikator bahwa praktik keinsinyuran mulai ditempatkan sebagai bagian penting dari tata kelola pembangunan daerah.
Pengukuran dan penyerahan penghargaan IKD 2026 ini juga menjadi bagian dari rangkaian acara menuju Konferensi Organisasi Insinyur se-Asia Tenggara (CAFEO) ke-44. Konferensi tersebut dijadwalkan berlangsung di Bandung pada 20 hingga 22 Oktober 2026, dengan Indonesia bertindak sebagai tuan rumah melalui PII.






