apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

Lebih dari 6.000 Pesilat Memadati Bundaran HI saat HBKB Jakarta

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 10 Agu 2026 - 08.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Lebih dari 6.000 Pesilat Memadati Bundaran HI saat HBKB Jakarta
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Sebanyak lebih dari 6.000 pesilat yang berasal dari berbagai perguruan bela diri memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada hari Minggu (9/8). Kehadiran para praktisi seni bela diri tradisional ini berlangsung di tengah-tengah pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang secara rutin digelar di sepanjang jalan protokol ibu kota. Berkumpulnya ribuan pesilat tersebut menjadi salah satu pemandangan yang paling mencolok dan menyita perhatian di tengah aktivitas olahraga warga Jakarta pada akhir pekan. Area Bundaran HI yang biasanya hanya dipenuhi oleh masyarakat yang bersepeda, berlari, atau berjalan santai, pada hari itu didominasi oleh lautan pesilat yang membawa identitas serta seragam khas dari perguruan mereka masing-masing.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau yang akrab dikenal oleh masyarakat luas sebagai HBKB merupakan program berkala pemerintah yang membatasi pergerakan kendaraan bermotor pada waktu-waktu tertentu di hari Minggu pagi. Bundaran HI sendiri bertindak sebagai salah satu titik pusat atau episentrum utama dari seluruh rangkaian jalur kegiatan ini di Jakarta. Dengan ditutupnya akses bagi kendaraan bermotor, ruang publik ini bertransformasi menjadi area terbuka yang sangat luas dan ramah pejalan kaki. Kondisi jalanan protokol yang bebas dari polusi udara dan kebisingan lalu lintas inilah yang kemudian dimanfaatkan secara maksimal oleh ribuan pesilat untuk berkumpul, berinteraksi, dan meramaikan suasana pagi di jantung kota Jakarta.

Kehadiran massa dalam jumlah yang mencapai lebih dari 6.000 orang tentu bukan merupakan angka yang kecil untuk sebuah kegiatan yang diselenggarakan di ruang terbuka publik. Jumlah peserta yang sangat masif ini menunjukkan tingkat antusiasme yang luar biasa tinggi dari komunitas pencak silat, khususnya yang berbasis di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Terlebih lagi, para pesilat yang hadir tidak hanya berasal dari satu kelompok tunggal, melainkan merupakan representasi dari berbagai perguruan pencak silat yang berbeda-beda. Keberagaman perguruan yang dapat berkumpul bersama di satu lokasi yang sama ini mencerminkan bagaimana ruang publik seperti HBKB memiliki peran penting sebagai sarana pemersatu bagi para praktisi bela diri tradisional di Indonesia.

Baca Juga

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Bagi warga Jakarta yang sedang beraktivitas di sekitar Bundaran HI, kehadiran ribuan pesilat ini memberikan dampak visual yang sangat kuat dan berbeda dari pelaksanaan HBKB pada minggu-minggu biasanya. Dengan mengenakan seragam khas masing-masing perguruan yang bervariasi dalam warna dan atribut, para pesilat menciptakan pemandangan yang dinamis di tengah hiruk-pikuk kota. Aktivitas berkumpulnya ribuan orang ini secara langsung menarik perhatian masyarakat yang sedang berolahraga atau sekadar menikmati suasana pagi. Fenomena ini juga menjadi momentum penting yang menegaskan kembali eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya takbenda yang masih sangat aktif dipraktikkan oleh ribuan orang dari berbagai kelompok usia.

Meskipun skala kegiatan ini terlihat sangat besar dengan keterlibatan ribuan orang, terdapat beberapa informasi penting yang belum dapat dipastikan secara menyeluruh dari laporan yang tersedia. Dokumen resmi atau pemberitaan saat ini belum merinci daftar lengkap nama-nama perguruan pencak silat mana saja yang turut mengirimkan anggotanya ke kawasan Bundaran HI tersebut. Selain itu, belum ada rincian resmi mengenai susunan acara atau agenda spesifik yang dilakukan oleh ribuan pesilat selama berada di lokasi, seperti apakah mereka melakukan peragaan jurus massal secara serentak atau hanya melakukan parade jalan santai. Ketiadaan informasi detail mengenai pihak penyelenggara utama yang mengoordinasikan pergerakan massa pesilat ini juga menjadi batasan informasi yang perlu dipahami oleh pembaca.

Baca Juga

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Secara keseluruhan, berkumpulnya lebih dari 6.000 pesilat di Bundaran HI pada hari Minggu (9/8) kemarin memberikan gambaran jelas mengenai bagaimana ruang publik perkotaan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan komunitas berskala besar. Peristiwa ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi bagi para praktisi pencak silat dari berbagai aliran, tetapi juga memberikan hiburan visual yang memperkaya keragaman aktivitas warga Jakarta di akhir pekan. Kejadian ini membuktikan bahwa kawasan Bundaran HI tetap menjadi lokasi yang sangat strategis untuk menyelenggarakan kegiatan massa yang mampu menarik perhatian publik secara luas di ibu kota.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bundaran HIJakarta

Berita Terbaru Lainnya

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah RakyatProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanPemilik Lapangan Padel di Bandung Didenda Rp100 Juta dan Wajib Tanam 1.000 PohonMegawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di Gedung Kesenian JakartaKapolri Ingatkan Ancaman Judi Online dan Penipuan Digital bagi Generasi MudaSinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan DaerahKecerdasan Buatan Mulai Jadi Andalan Cari Nasihat Keuangan meski Minim Kepercayaan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026