PT Phapros Tbk (PEHA), yang merupakan salah satu emiten farmasi BUMN, berhasil membukukan peningkatan kinerja keuangan yang sangat signifikan sepanjang semester pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba bersih PT Phapros Tbk tercatat melambung tinggi hingga mencapai 542,43 persen pada semester I 2026. Perseroan berhasil mengemas laba bersih sebesar Rp15,29 miliar, sebuah lonjakan besar jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp2,38 miliar.
Seiring dengan kenaikan laba bersih yang signifikan tersebut, nilai laba per saham dasar perseroan juga ikut terdorong naik. Laba per saham dasar PT Phapros Tbk melompat signifikan menjadi Rp18 dari sebelumnya sebesar Rp3 pada periode yang sama tahun lalu.
Detail Kinerja Keuangan Perseroan
Pertumbuhan laba bersih yang signifikan ini didukung oleh performa penjualan perseroan yang solid. PT Phapros Tbk mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp482,85 miliar pada semester I 2026. Realisasi penjualan ini menunjukkan surplus yang cukup signifikan dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp458,23 miliar.
Kemendag Naikkan Harga Patokan Ekspor dan Referensi Emas Periode 1–14 September 2026

Di sisi lain, perseroan juga mencatatkan adanya kenaikan pada pos beban pokok penjualan. Beban pokok penjualan PT Phapros Tbk terpantau bertambah bengkak menjadi Rp239,35 miliar pada semester pertama tahun ini, naik dari posisi periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp238,46 miliar.
Meskipun beban pokok penjualan mengalami peningkatan, perseroan tetap mampu mengoptimalkan perolehan laba kotor. Laba kotor PT Phapros Tbk tercatat melonjak menjadi Rp243,49 miliar pada semester I 2026, dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp219,76 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pemerintah Usulkan Kuota Solar Subsidi 19 Juta Kiloliter dan LPG 3 Kg 8 Juta Metrik Ton untuk 2027

Faktor Pendorong Pertumbuhan
Direktur Utama PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo, mengungkapkan bahwa pertumbuhan kinerja perseroan pada paruh pertama tahun 2026 ini ditopang oleh beberapa faktor strategis. Kinerja positif ini utamanya didorong oleh kenaikan penjualan bersih serta perbaikan margin laba kotor.
Perbaikan margin laba kotor tersebut berhasil dicapai berkat adanya langkah perbaikan pada portofolio produk yang dipasarkan oleh perseroan. Selain perbaikan portofolio produk, langkah efisiensi operasional yang diterapkan dalam proses produksi di pabrik juga menjadi faktor kunci yang mendukung efektivitas biaya dan mendorong profitabilitas perseroan secara keseluruhan sepanjang semester pertama tahun ini.






