Pemerintah menyiagakan 1.425 relawan yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan di tengah adanya tindakan oknum masyarakat yang masih memantik api sehingga memicu kebakaran baru di beberapa lokasi.
Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Rizal Irawan, menyatakan bahwa situasi karhutla saat ini membutuhkan penanganan yang serius, cepat, dan terpadu. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta.
Jurus Berlapis Pemerintah Hadapi Kebakaran Hutan

Para relawan tersebut tersebar di enam provinsi prioritas penanganan yang terbagi ke dalam 95 kelompok MPA. Rinciannya adalah 18 kelompok di Sumatera Selatan, 15 di Riau, 9 di Jambi, 18 di Kalimantan Tengah, 15 di Kalimantan Barat, dan 20 di Kalimantan Selatan. Pemerintah juga berencana membentuk sekitar 35 kelompok MPA tambahan pada tahun 2026.
Tiba di NTT, Tim Relawan Kesehatan USK Aceh Mulai Berikan Layanan Medis dan Pendampingan Trauma Korban Gempa

Untuk mendukung pemadaman kebakaran melalui jalur darat, pemerintah telah menghibahkan 3.975 unit sarana dan prasarana kepada kelompok MPA. Bantuan ini meliputi 500 unit fire rake, serta fire beater, pompa jinj






