apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Internasional

Krisis Energi Libya, Pemadaman Listrik dan Kelangkaan BBM Lumpuhkan Aktivitas Warga

Agus CahyonoDiterbitkan 29 Agu 2026 - 00.03 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Krisis Energi Libya, Pemadaman Listrik dan Kelangkaan BBM Lumpuhkan Aktivitas Warga
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Libya tengah menghadapi masa-masa sulit akibat krisis pemadaman listrik berkepanjangan serta kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang parah. Ironisnya, situasi memprihatinkan ini menimpa negara yang menyandang status sebagai pemilik cadangan minyak bumi terbesar di Benua Afrika. Kelumpuhan aktivitas sehari-hari kini menjadi pemandangan biasa di tengah suhu udara ekstrem yang mendekati 50 derajat Celcius di beberapa wilayah negara tersebut.

Secara matematis, Libya bukanlah negara yang kekurangan sumber daya. Negara ini memiliki sekitar 48 miliar barel cadangan minyak terbukti dan mampu memproduksi sekitar 1,5 juta barel per hari, bahkan dengan target peningkatan hingga 2 juta barel per hari. Namun, kapasitas kilang domestik yang terbatas membuat Libya hanya mampu memproduksi sepertiga dari total kebutuhan bahan bakar dalam negerinya. Akibatnya, pada tahun lalu, mereka terpaksa mengimpor bahan bakar dengan nilai fantastis mencapai US$ 7,8 miliar atau sekitar Rp 138,06 triliun.

Baca Juga

Alasan Pemerintah Turunkan Insentif Motor Listrik Menjadi Rp3 Juta

Alasan Pemerintah Turunkan Insentif Motor Listrik Menjadi Rp3 Juta

Dampak dari ketimpangan ini dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput. Di Tripoli, pemilik toko kelontong Slimane Fitouri dan pekerja kementerian kesehatan Abderrahmane Souissi harus bertahan di tengah pemadaman listrik dan kelangkaan energi yang mengacaukan rutinitas harian. Sementara itu, antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kerap mengular hingga jarak empat kilometer. Abdeslam Zarti, seorang pengendara setempat, melaporkan dirinya harus mengantre selama enam jam atau lebih di depan stasiun demi mendapatkan bahan bakar.

Kerawanan Infrastruktur dan Sorotan Internasional

Krisis pasokan ini diperparah oleh kerentanan infrastruktur energi terhadap gangguan keamanan. Pada awal bulan ini, sebuah reservoir utama yang menampung sekitar 4,5 juta liter bensin di wilayah Zawiya menjadi sasaran beberapa serangan pesawat tanpa awak. Lokasi serangan yang berada 45 kilometer di sebelah barat Tripoli tersebut semakin menekan jalur distribusi BBM yang sudah kritis.

Baca Juga

Fenomena Orang Tua Datangi Pameran Properti untuk Carikan Rumah Anak Gen Y dan Gen Z

Fenomena Orang Tua Datangi Pameran Properti untuk Carikan Rumah Anak Gen Y dan Gen Z

Situasi yang terus memburuk ini memicu perhatian dari berbagai kalangan. Peneliti hubungan internasional Bechir Jouini serta Utusan PBB untuk Libya Hanna Tetteh turut memantau dinamika krisis yang kompleks ini. Ketidakstabilan keamanan dan ketergantungan yang tinggi pada impor bahan bakar olahan dinilai menjadi faktor utama yang membuat negara kaya minyak ini justru harus hidup dalam kegelapan dan antrean panjang.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Minyak BumiLibyakrisis energiBBM

Berita Terbaru Lainnya

Alasan Pemerintah Turunkan Insentif Motor Listrik Menjadi Rp3 JutaKuasa Hukum Febrie Heran Hakim Tolak Praperadilan Kasus TPPUKPK Sita Uang Rp6 Miliar Saat Periksa Kepala Kantor Imigrasi DenpasarKubu Febrie Nilai Hakim Praperadilan Ragu Beri Putusan Kasus TPPUFenomena Orang Tua Datangi Pameran Properti untuk Carikan Rumah Anak Gen Y dan Gen ZWarga Singapura Protes Rencana Pembukaan Hutan untuk PerumahanPerang Iran Kuras Kas Angkatan Laut AS, Gaji Tentara TerancamOJK Pastikan Posisi Kunci Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Telah Terisi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap