Koalisi Indonesia Peduli Al-Aqsha (KPIPA) sukses menyelenggarakan sebuah acara edukatif yang memadukan unsur pembelajaran sejarah dan wisata. Acara bertajuk Echoes of Palestine tersebut diselenggarakan pada hari Sabtu hingga Ahad, tanggal 15-16 Agustus 2026. Untuk memberikan suasana yang nyaman dan mendukung proses belajar sekaligus penyegaran pikiran, pihak penyelenggara memilih lokasi di Kota Bandung, tepatnya di Hotel Voco dan kawasan Orchid Forest. Kegiatan ini mengusung tema yang sangat relevan dengan kondisi saat ini, yaitu "Menyegarkan Jiwa dalam Rihlah, Menghidupkan Kepedulian untuk Palestina".
Penyelenggaraan Echoes of Palestine ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang utuh dan komprehensif mengenai kedudukan penting Masjid Al-Aqsa serta bumi Palestina dalam lintasan sejarah Islam. Dengan pemahaman yang kuat, diharapkan kepedulian masyarakat terhadap isu kemanusiaan ini dapat terus terjaga dan meningkat. Acara ini berhasil menarik minat dari berbagai kalangan, dengan dihadiri oleh total 100 peserta yang terdiri atas perwakilan berbagai organisasi kemasyarakatan, anggota komunitas peduli kemanusiaan, tokoh-tokoh penting, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian besar terhadap isu Palestina.
Edukasi Keuangan Syariah dan Langkah Nyata Prudential Syariah bagi Generasi Muda

Pada hari pertama pelaksanaan, yaitu hari Sabtu (15/8), agenda utama difokuskan pada penyampaian materi edukatif melalui empat topik kajian yang dibawakan oleh para pakar di bidangnya. Topik pertama yang disampaikan mengusung tema "Palestina dan Peran Umat Islam". Materi penting ini dipaparkan langsung oleh Ketua KPIPA, Nurjanah Hulwani, S.Ag., M.E. Dalam penjelasannya, Nurjanah menyampaikan fakta memprihatinkan bahwa sekitar 85 persen dari wilayah Palestina saat ini telah dirampas oleh penjajah Israel. Ia menambahkan bahwa sisa wilayah yang belum diduduki, yaitu sekitar 15 persen saja, kini berada di kawasan Gaza. Akibat dari pendudukan ini, lebih dari 350 ribu keluarga Palestina terpaksa bertahan hidup dengan tinggal di dalam tenda-tenda pengungsian yang sangat penuh sesak.
Kajian kemudian dilanjutkan dengan topik kedua yang tidak kalah penting, yaitu "Mengenal Para Penjaga (Murabitah) Masjid Al-Aqsa". Materi ini dipaparkan secara mendalam oleh Wakil Ketua KPIPA, Hasanah Ubaidillah, Lc., M.Phil. Setelah pemaparan mengenai para penjaga kesucian masjid tersebut, peserta menerima materi ketiga yang berfokus pada penguatan persatuan umat. Materi bertajuk "Pentingnya Kebersamaan dalam Berjuang Membela Palestina dalam Perspektif Al-Qur'an" tersebut disampaikan secara lugas oleh Abdul Aziz Abdul Rauf, Lc. Melalui materi ini, peserta diajak untuk memahami dasar-dasar teologis dan pentingnya soliditas dalam memperjuangkan hak-hak bangsa Palestina.
Rekomendasi Kuliner Hits di Yogyakarta yang Menarik untuk Dicoba

Sebagai penutup rangkaian kajian pada hari pertama, Dr. Saiful Bahri, M.A. hadir menyampaikan materi keempat yang berjudul "Mengenal Masjid Al-Aqsa dan Bentuk-Bentuk Penodaan terhadap Kesuciannya". Sesi ini memberikan gambaran jelas mengenai kondisi fisik dan spiritual dari salah satu masjid suci umat Islam tersebut serta berbagai tantangan yang dihadapinya saat ini. Seluruh rangkaian kajian ini dikoordinasikan dengan baik di bawah kepemimpinan Sekretaris Jenderal KPIPA, Lissa Malike, Lc. Melalui perpaduan kajian intensif dan kegiatan rihlah ini, KPIPA berharap para peserta dapat pulang dengan membawa pemahaman sejarah yang lebih utuh serta komitmen yang lebih kuat untuk terus membela hak-hak kemanusiaan rakyat Palestina.






