Langkah nyata untuk memperkuat pemahaman keuangan syariah di kalangan generasi muda terus digalakkan di berbagai perguruan tinggi. PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) baru-baru ini berkolaborasi dengan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) untuk menyelenggarakan edukasi perencanaan keuangan dan perlindungan berbasis prinsip syariah. Kegiatan ini menyasar langsung sekitar 700 mahasiswa Universitas Airlangga di Surabaya, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya memperkuat investasi sosial perusahaan melalui literasi dan inklusi keuangan bagi generasi muda.
Kebutuhan akan program Literasi dan Edukasi Perlindungan Berbasis Prinsip Syariah bagi Mahasiswa ini didorong oleh adanya kesenjangan yang cukup lebar pada indeks keuangan syariah nasional. Merujuk pada data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks literasi keuangan syariah di Indonesia baru berada di angka 43,07 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan syariah tercatat lebih rendah lagi, yakni hanya sebesar 13,24 persen. Angka-angka ini tertinggal jauh di bawah indeks literasi keuangan nasional yang mencapai 69,57 persen serta indeks inklusi nasional yang menyentuh 93,61 persen.
Kondisi tersebut cukup kontras jika disandingkan dengan profil kelompok usia mahasiswa atau usia 18 hingga 25 tahun secara umum. Pada kelompok usia produktif ini, OJK mencatat indeks literasi keuangan umum sebenarnya telah mencapai 73,32 persen dengan tingkat inklusi sebesar 95,69 persen. Kesenjangan yang lebar antara pemahaman keuangan umum dan pemahaman syariah inilah yang mendasari pentingnya program edukasi terarah agar mahasiswa tidak hanya memahami produk keuangan konvensional, tetapi juga mengerti alternatif perlindungan berbasis syariah.
KPIPA Gelar Echoes of Palestine, Padukan Kajian dan Rihlah

Tantangan finansial yang dihadapi mahasiswa dan generasi muda saat ini juga semakin kompleks. Berdasarkan data dari Indonesia Millennial & Gen Z Report, lebih dari 66 persen generasi muda dilaporkan menghadapi kesulitan finansial. Masalah ini utamanya dipicu oleh tren kenaikan biaya hidup sehari-hari yang tidak sebanding dengan kondisi upah yang cenderung stagnan. Dalam situasi seperti ini, pembekalan mengenai perencanaan keuangan dan perlindungan syariah diharapkan dapat membantu mereka mengelola risiko keuangan pribadi dengan lebih bijak.
Upaya menyebarluaskan edukasi ini dilakukan secara terstruktur melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga akademis. Vivin Arbianti Gautama selaku Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah menjelaskan kemitraan strategis yang telah dijalin dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka. Selain Universitas Airlangga, kolaborasi serupa juga menyasar institusi lain seperti Universitas Indonesia, UIN di Jakarta, Banten, dan Purwokerto, serta UHAMKA dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Kemitraan yang luas ini terbukti memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Sepanjang tahun 2025 saja, tercatat lebih dari 1 juta individu telah menerima manfaat langsung dari berbagai program literasi dan inklusi keuangan syariah yang diselenggarakan oleh perusahaan.
Rekomendasi Kuliner Hits di Yogyakarta yang Menarik untuk Dicoba

Di samping menyasar kalangan akademisi, komitmen investasi sosial ini juga diwujudkan melalui program Industry Social Responsibility (ISR) untuk kelompok masyarakat produktif lainnya. Sebagai contoh, kontribusi nyata diberikan kepada para petambak garam di wilayah Jawa Timur. Bantuan yang disalurkan berupa penyediaan sarana penutup tambak atau geomembrane yang berfungsi melindungi proses produksi garam dari paparan langsung air laut dan perubahan cuaca yang tidak menentu. Sinergi antara edukasi di kampus dan bantuan produktif di lapangan diharapkan mampu mempercepat pemerataan pemahaman serta pemanfaatan instrumen keuangan syariah di Indonesia.






