apriniageosat.co.id
HomeNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Home/Sosial

Kisah Pilu Bocah SD di Minahasa Tenggara yang Menjadi Korban Perundungan karena Kondisi Ekonomi

Domu TobingPublished 28 Jul 2026 - 08.02 路 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Kisah Pilu Bocah SD di Minahasa Tenggara yang Menjadi Korban Perundungan karena Kondisi Ekonomi
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Kemiskinan sering kali menjadi beban ganda bagi mereka yang kurang beruntung secara finansial. Tidak hanya harus berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, anak-anak dari keluarga prasejahtera terkadang harus menanggung beban sosial yang berat berupa perundungan dari lingkungan sepermainan mereka. Kisah pilu inilah yang menimpa Anisa Azahra Munaimbala, seorang bocah perempuan berusia sembilan tahun di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Siswa kelas IV SD Negeri 1 Molompar yang akrab disapa Icha ini harus meneteskan air mata akibat ejekan kejam yang meremehkan kondisi ekonomi keluarganya.

Peristiwa menyedihkan tersebut terjadi di dekat kediaman mereka yang terletak di Jaga V, Desa Molompar II Utara, Kecamatan Tombatu Timur. Pada suatu sore, tepatnya hari Kamis tanggal 23 Juli, keheningan rumah tangga mereka terusik oleh suara keributan sekelompok anak di luar. Ketika sang ibu, Feyti Kawulusan, melangkah keluar untuk memeriksa keadaan, ia mendapati putrinya sudah dalam kondisi menangis tersedu-sedu. Icha baru saja menjadi sasaran cemoohan teman-teman sebayanya yang secara tega menyebut rumah mereka jelek dan ayahnya adalah orang miskin. Momen kesedihan mendalam sang anak saat mengadu itu kemudian terekam kamera hingga videonya menjadi viral di berbagai platform media sosial.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Also Read

Asa Baru Penjual Nasi Uduk Menteng Setelah Gerobaknya Hancur Akibat Bentrokan Warga

Asa Baru Penjual Nasi Uduk Menteng Setelah Gerobaknya Hancur Akibat Bentrokan Warga

Sebagai seorang ibu, hati Feyti tentu sangat teriris melihat buah hatinya diperlakukan secara tidak manusiawi oleh teman-temannya sendiri. Ia segera menghampiri kerumunan anak-anak tersebut untuk memberikan teguran langsung atas tindakan mereka yang dinilai sudah melewati batas kewajaran moral. Bagi Feyti, kejadian menyakitkan ini merupakan kali kedua putrinya mengalami perundungan serupa di lingkungan tersebut. Jika pada kejadian pertama ia masih memilih untuk bersabar dan menahan diri agar tidak memperpanjang masalah, kali ini ia merasa harus bersikap lebih tegas demi melindungi kondisi psikologis putrinya yang sangat terpukul.

Keluarga kecil Icha memang hidup dalam keterbatasan materi yang nyata di lingkungan tempat tinggal mereka. Feyti sehari-hari beraktivitas sebagai ibu rumah tangga, sementara suaminya harus membanting tulang bekerja sebagai buruh serabutan dan petani demi menyambung hidup mereka. Namun, keterbatasan ekonomi tersebut dinilai tidak seharusnya menjadi alasan bagi orang lain untuk menginjak-injak harga diri anak mereka. Melalui rekaman video yang dibuatnya saat menasihati Icha yang sedang menangis, Feyti ingin mengingatkan publik bahwa meskipun hidup serba kekurangan, mereka tetaplah manusia yang memiliki perasaan dan layak diperlakukan dengan hormat.

Also Read

Polisi Buru Rekan Kerja Terduga Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Palu

Polisi Buru Rekan Kerja Terduga Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Palu

Kasus yang menimpa Icha ini membuka mata publik secara lebih luas tentang pentingnya memberikan edukasi empati dan toleransi sejak dini kepada anak-anak. Feyti menaruh harapan besar agar kondisi ekonomi keluarganya tidak lagi dijadikan bahan olok-olok yang berpotensi merusak masa depan mental anaknya. Ia sangat mencemaskan dampak jangka panjang dari trauma perundungan ini terhadap perkembangan jiwa dan rasa percaya diri Icha di sekolah maupun di masyarakat. Bagaimanapun, kemiskinan bukanlah sebuah kesalahan atau aib yang pantas dihukum dengan pengucilan sosial, melainkan sebuah realitas hidup yang membutuhkan uluran tangan dan kepekaan sosial dari sesama manusia.

Follow apriniageosat.co.id

Add to preferred sources on Google

Topik Terkait

kemiskinankesehatan mental anakperundungan anakbullyingMinahasa Tenggara

Berita Terbaru Lainnya

Misteri Kematian Sutrimo di Pelataran Klinik Kecantikan yang Lama TutupIDI Desak Pembatasan Jam Kerja untuk Lindungi Nyawa Dokter MagangPolisi Periksa Sepuluh Saksi Terkait Ambruknya Tribune Kejurnas Drift di BanyumasPemadaman Listrik Sepuluh Jam Memicu Gerakan Melumpuhkan Pemerintah LibyaIntimidasi dan Ujaran Kebencian Paksa Sembilan Sekolah Rohingya di Malaysia TutupPerang Buntu dengan Iran Mulai Menyudutkan Posisi Politik Donald TrumpKemenkeu Tawarkan Sukuk Negara Rp10 Triliun dengan Imbal Hasil hingga 6,87 PersenMenakar Kebenaran di Balik Lonjakan Kekayaan Global

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Belajar dari Kasus Lubuk Pakam, Ini Prosedur Aman Aktivasi Rekening PIP

Pendidikan

Belajar dari Kasus Lubuk Pakam, Ini Prosedur Aman Aktivasi Rekening PIP

27 Jul 2026

馃敟

Popular

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap