Kemiskinan sering kali menjadi beban ganda bagi mereka yang kurang beruntung secara finansial. Tidak hanya harus berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, anak-anak dari keluarga prasejahtera terkadang harus menanggung beban sosial yang berat berupa perundungan dari lingkungan sepermainan mereka. Kisah pilu inilah yang menimpa Anisa Azahra Munaimbala, seorang bocah perempuan berusia sembilan tahun di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Siswa kelas IV SD Negeri 1 Molompar yang akrab disapa Icha ini harus meneteskan air mata akibat ejekan kejam yang meremehkan kondisi ekonomi keluarganya.
Peristiwa menyedihkan tersebut terjadi di dekat kediaman mereka yang terletak di Jaga V, Desa Molompar II Utara, Kecamatan Tombatu Timur. Pada suatu sore, tepatnya hari Kamis tanggal 23 Juli, keheningan rumah tangga mereka terusik oleh suara keributan sekelompok anak di luar. Ketika sang ibu, Feyti Kawulusan, melangkah keluar untuk memeriksa keadaan, ia mendapati putrinya sudah dalam kondisi menangis tersedu-sedu. Icha baru saja menjadi sasaran cemoohan teman-teman sebayanya yang secara tega menyebut rumah mereka jelek dan ayahnya adalah orang miskin. Momen kesedihan mendalam sang anak saat mengadu itu kemudian terekam kamera hingga videonya menjadi viral di berbagai platform media sosial.








