Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang anggota TNI di kawasan perkebunan PT Sari Aditya Loka (SAL), Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, resmi dilaporkan ke pihak kepolisian. Peristiwa yang melibatkan sejumlah warga Suku Anak Dalam (SAD) ini dilaporkan terjadi pada Jumat (28/8) dan kini tengah menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji membenarkan adanya laporan polisi terkait insiden pengeroyokan tersebut. Laporan ini menjadi dasar bagi kepolisian untuk mengusut tuntas bentrokan yang terjadi di area perkebunan swasta tersebut. Saat ini, penanganan kasus sepenuhnya berada di bawah wewenang Polres Sarolangun.
Pemicu Keributan di Area Perkebunan
Berdasarkan informasi awal, keributan tersebut diduga dipicu oleh kesalahpahaman di lapangan. Peristiwa bermula saat anggota TNI yang bertugas melakukan pengamanan di kawasan perkebunan PT SAL merekam aktivitas beberapa warga SAD. Warga tersebut diduga sedang mengambil buah sawit di area konsesi perusahaan tanpa izin.
Tindakan perekaman itu rupanya memicu ketegangan di antara kedua belah pihak. Situasi yang memanas dengan cepat berubah menjadi bentrokan fisik dan berujung pada dugaan pengeroyokan terhadap anggota TNI yang bertugas di sana.
Karhutla Meluas di Papua, BNPB Reposisi Armada Udara dari NTT

Insiden ini juga sempat viral di media sosial setelah rekaman video berdurasi lebih dari dua menit beredar luas. Dalam video yang beredar, terlihat kerumunan massa yang terlibat aksi saling dorong dan pemukulan. Beberapa orang di dalam video tersebut bahkan tampak membawa benda yang diduga sebagai senjata tajam dan benda tumpul, yang memperparah situasi di lokasi kejadian.
Penyelidikan Polisi dan Upaya Mediasi
Pihak kepolisian saat ini fokus untuk mengungkap fakta di balik pertikaian ini. Kombes Pol Erlan Munaji menjelaskan bahwa penyidik Polres Sarolangun masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengetahui kronologi pasti peristiwa. Selain itu, polisi juga tengah mengidentifikasi siapa saja pihak yang terlibat langsung dalam aksi pengeroyokan tersebut, karena hingga kini identitas terduga pelaku belum diketahui secara pasti.
Di samping proses hukum yang berjalan, langkah-langkah persuasif juga diambil untuk mencegah konflik horizontal yang lebih luas. Upaya mediasi antara perwakilan warga SAD dan pihak TNI kini sedang diupayakan oleh jajaran pemerintah daerah setempat.
Pemprov Lampung Gulirkan Program Beasiswa STEM dan Hafiz Qur'an untuk Pemuda Desa

Camat Air Hitam, Fathur Rahman, membenarkan adanya rencana mediasi ini. Ia menyatakan dirinya langsung bergerak menuju ke lokasi kejadian guna memfasilitasi pertemuan dan meredakan ketegangan yang terjadi pasca-insiden tersebut.
Sementara itu, pihak TNI melalui Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin belum memberikan tanggapan resmi saat dimintai konfirmasi mengenai peristiwa pengeroyokan yang menimpa anggotanya di Sarolangun ini. Penyelidikan oleh kepolisian diharapkan dapat segera memperjelas duduk perkara dari bentrokan tersebut.






