Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pengalihan pengelolaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh dari Danantara ke Kementerian Keuangan akan dimulai pada 15 September. Langkah ini menjadi salah satu opsi utama yang digodok pemerintah dalam upaya menyelesaikan kewajiban keuangan proyek tersebut.
Saat ini, Purbaya tengah merumuskan skema penyelesaian utang Whoosh yang tepat. Dalam pelaksanaannya, penyelesaian kewajiban ini akan melibatkan Badan Layanan Umum (BLU) atau Special Mission Vehicle (SMV) yang berada di bawah Kementerian Keuangan. Purbaya mengindikasikan kemungkinan ada dua SMV yang akan ditugaskan untuk mengelola proses tersebut.
Rencana pengambilalihan skema KCIC oleh Kementerian Keuangan ini merupakan bagian dari opsi penyelesaian masalah yang tengah dimatangkan. COO BPI Danantara yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyatakan bahwa semua opsi penyelesaian masalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini ditargetkan selesai dibahas dan diputuskan dalam waktu maksimal dua bulan sejak April.
Kementan Sebut 3.233 Hektare Sawah di Lamongan Berhasil Diselamatkan dari Dampak El Nino |Republika Online

Selain penanganan utang, pemerintah juga berniat menata ulang peran badan usaha milik negara (BUMN) yang terlibat dalam proyek ini. Tujuannya agar setiap BUMN dapat bekerja sesuai dengan porsi dan keahlian masing-masing.
Sebagai informasi, pengelolaan kereta cepat Whoosh berada di bawah PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Konsorsium BUMN Indonesia melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) memegang saham mayoritas sebesar 60 persen di KCIC, sedangkan 40 persen sisanya digenggam oleh konsorsium perusahaan asal China. Konsorsium PSBI sendiri beranggotakan PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PTPN.
Laba Bersih BTN Tumbuh 40,8 Persen di Semester I/2026 Berkat Transformasi Ekosistem Perumahan

Di bawah rencana baru pemerintah, WIKA yang tergabung dalam konsorsium tersebut nantinya hanya akan fokus pada lini bisnis kontraktor. Dengan demikian, WIKA tidak akan lagi terlibat dalam pengelolaan operasional kereta cepat Whoosh.






