apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

Kemarau Ekstrem dan Embung Bocor, Sawah di Bangka Gagal Panen

Usat NgajiDiterbitkan 10 Agu 2026 - 04.18 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kemarau Ekstrem dan Embung Bocor, Sawah di Bangka Gagal Panen
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Sektor pertanian di Provinsi Bangka Belitung tengah menghadapi tantangan berat akibat cuaca ekstrem dan kendala infrastruktur. Sebanyak 2,2 hektare tanaman padi di Desa Kemuje, Kabupaten Bangka, dipastikan mengalami gagal panen. Kondisi memprihatinkan ini dipicu oleh perpaduan antara musim kemarau ekstrem yang melanda wilayah tersebut serta kerusakan pada infrastruktur irigasi setempat.

Berdasarkan kronologi penanaman, lahan persawahan yang mengalami gagal panen rata-rata merupakan lahan yang baru ditanami padi pada bulan Juli. Sebaliknya, tanaman padi yang sudah mulai ditanam oleh para petani sejak bulan Mei dilaporkan masih berada dalam kondisi aman dari ancaman kekeringan

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
. Kendati demikian, keterbatasan pasokan air memaksa para petani membiarkan sebagian besar lahan mereka tidak tergarap. Dari total potensi persawahan di Desa Kemuje yang mencapai 302 hektare, saat ini tercatat hanya 132 hektare yang telah ditanami padi, sedangkan sisa lahan lainnya dibiarkan kosong tanpa tanaman.

Masalah utama yang dihadapi para petani di Desa Kemuje bersumber pada saluran Irigasi Bumang yang kini tidak lagi mampu mengalirkan air ke area persawahan. Ketidakmampuan ini disebabkan oleh adanya kebocoran teknis pada dua embung utama yang menjadi penopang irigasi, yaitu Embung Bumang dan Embung Sawah Lama. Meskipun volume air di sumber air sebenarnya masih mencukupi untuk kebutuhan pertanian, kebocoran pada fisik kedua embung tersebut menghalangi aliran air untuk sampai ke petak-petak sawah warga.

Baca Juga

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Guna menyelamatkan sisa tanaman padi yang masih bertahan, para petani terpaksa mengambil langkah mandiri dengan menggunakan mesin pompa air. Penggunaan pompa air ini memerlukan biaya dan tenaga ekstra agar tanaman padi tidak layu dan mati. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kemuje, Zulham, menjelaskan bahwa dampak musim kemarau pada tahun ini diprediksi akan jauh lebih parah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, seluruh petani di desa tersebut masih dapat menikmati hasil panen meskipun dihadapkan pada musim kemarau. Namun, pada tahun ini, kasus gagal panen sudah mulai terjadi di awal musim.

Menanggapi situasi kritis ini, Bupati Bangka Fery Insani mendesak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bangka Belitung untuk segera mengambil tindakan nyata dengan memperbaiki kebocoran di Embung Bumang dan Embung Sawah Lama. Fery Insani juga menyarankan agar para petani di lapangan mengoptimalkan penggunaan mesin pompa air sebagai langkah darurat demi menjaga ketersediaan air di lahan sawah masing-masing selama proses perbaikan diupayakan.

Baca Juga

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Kondisi kekeringan ini tidak hanya terjadi di Bangka Belitung. Di Pulau Jawa, dampak kemarau juga dirasakan secara meluas, di mana bantuan air bersih terus disalurkan ke 281 desa yang tersebar di 134 kecamatan pada 27 kabupaten/kota. Penyaluran bantuan air bersih ini ditargetkan untuk membantu 103.676 keluarga atau setara dengan 343.082 jiwa yang terdampak kekeringan. Menghadapi situasi iklim global, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau para petani untuk menyesuaikan pola tanam serta memilih varietas benih yang lebih tahan kekeringan guna mengantisipasi dampak El Nino 2026 yang kini telah memasuki fase kuat di wilayah selatan khatulistiwa.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kekeringangagal panen

Berita Terbaru Lainnya

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah RakyatProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanPemilik Lapangan Padel di Bandung Didenda Rp100 Juta dan Wajib Tanam 1.000 PohonMegawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di Gedung Kesenian JakartaKapolri Ingatkan Ancaman Judi Online dan Penipuan Digital bagi Generasi MudaSinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan DaerahKecerdasan Buatan Mulai Jadi Andalan Cari Nasihat Keuangan meski Minim Kepercayaan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026