Kebakaran melanda tempat pembuangan sampah (TPA) liar di Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, dan belum padam setelah berlangsung selama 24 jam. Peristiwa ini mulai berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar, dengan warga Kampung Cibeka yang mengeluhkan sesak napas akibat bau asap menyengat.
Lisna Hasbullah, salah seorang warga Kampung Cibeka, menyebutkan bau asap sudah tercium hingga ke kediamannya yang berjarak sekitar 700 meter dari lokasi kebakaran. Dari area permukiman yang berjarak sekitar 400 meter, kobaran api pun masih terlihat jelas. Beberapa warga juga melaporkan mendengar suara letupan seperti petasan dari arah kebakaran.
Mentrans Tinjau Sekolah Terdampak Gempa di Manggarai Barat, Salurkan Bantuan Rp200 Juta

Kapolsek Waringinkurung, Iptu Hari Purwanto, menjelaskan bahwa upaya pemadaman terkendala oleh ketiadaan alat berat. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Serang sempat menyampaikan bahwa menyiram air secara terus-menerus tidak akan efektif karena api akan kembali menyala dalam waktu satu jam setelah ditinggalkan. Untuk mencegah api merambat ke permukiman warga, petugas Damkar mengantisipasinya dengan memadamkan area pinggir kebakaran. Pihak kepolisian merencanakan untuk mendatangkan alat berat ke lokasi pada hari berikutnya.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, mengungkapkan bahwa kebakaran ini pertama kali diketahui warga pada Jumat (28/8) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat berjalan pulang setelah mencari rumput, warga melihat api sudah membesar di Kampung Pranje, Desa Waringinkurung. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran tersebut belum diketahui.
Polrestabes Medan Gerebek Sarang Narkoba di Deli Serdang, Enam Orang Ditangkap

Area TPA liar tersebut awalnya merupakan lahan bekas galian bata sebelum dialihfungsikan menjadi tempat pembuangan sampah. Menurut Maruli, sampah di lokasi tersebut biasanya akan ditimbun dengan tanah jika sudah penuh.






