apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

Kebakaran di Taman Nasional Gunung Rinjani Sembalun Berhasil Dikendalikan

Togar PanjaitanDiterbitkan 10 Agu 2026 - 10.46 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kebakaran di Taman Nasional Gunung Rinjani Sembalun Berhasil Dikendalikan
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Peristiwa kebakaran melanda salah satu kawasan konservasi penting di Nusa Tenggara Barat (NTB), tepatnya di wilayah Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Kobaran api dilaporkan mulai menyelimuti area yang terletak di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, pada Jumat malam (7/8) sekitar pukul 20.00 WITA. Kemunculan api yang mendadak di malam hari ini langsung memicu kesiapsiagaan dari berbagai pihak terkait guna mencegah dampak kerusakan lingkungan yang lebih luas di kawasan taman nasional tersebut. Laporan awal mengenai titik api ini segera ditindaklanjuti dengan koordinasi cepat di tingkat daerah untuk memobilisasi bantuan ke lokasi kejadian.

Menanggapi situasi darurat tersebut, sebuah tim gabungan segera dibentuk dan diterjunkan langsung ke lokasi kebakaran pada malam itu juga. Penanganan kebakaran hutan

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
di medan seperti Gunung Rinjani memerlukan kolaborasi erat dari berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah. Secara keseluruhan, terdapat 22 personel gabungan yang bahu-membahu melakukan upaya pemadaman di lapangan. Anggota tim ini terdiri dari petugas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Masyarakat Mitra Polhut (Polisi Kehutanan), warga yang tinggal di sekitar kawasan, siswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) dari Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA), aparat keamanan dari Polsek dan Koramil Sembalun, hingga petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lombok Timur. Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi dalam mengatasi bencana kebakaran hutan secara cepat dan terarah.

Upaya keras yang dilakukan oleh 22 personel gabungan tersebut akhirnya membuahkan hasil dalam waktu beberapa jam. Setelah melakukan pemadaman di tengah kegelapan malam dengan medan yang menantang, api berhasil dikendalikan pada Sabtu dini hari (8/8) sekitar pukul 01.30 WITA. Keberhasilan mengendalikan laju penyebaran api dalam waktu kurang lebih lima setengah jam ini sangat krusial untuk mencegah kebakaran meluas ke area hutan lindung lainnya yang lebih padat. Kendati api sudah berhasil dikendalikan, tim di lapangan tidak langsung meninggalkan lokasi begitu saja demi mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api baru dari sisa-sisa kebakaran.

Baca Juga

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Prosedur keselamatan dan penanganan pasca-pemadaman menjadi tahap penting berikutnya yang harus dijalankan oleh tim gabungan. Sebelum diputuskan untuk meninggalkan area penanganan, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh secara fisik di seluruh lokasi yang sebelumnya terbakar. Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, Ph.D. Beliau menjelaskan bahwa pemeriksaan pada area yang telah ditangani tersebut dilakukan secara saksama guna memastikan tidak ada lagi titik api aktif yang terpantau. Langkah verifikasi ini mutlak diperlukan dalam manajemen kebakaran hutan, mengingat bara api yang tersembunyi di bawah permukaan tanah atau serasah kering dapat dengan mudah menyala kembali jika tertiup angin.

Mengenai dampak kerusakan akibat peristiwa ini, estimasi awal menunjukkan bahwa luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai kurang lebih 30 hektare. Area yang terbakar ini teridentifikasi berada di bawah pengelolaan wilayah Resor Sembalun. Namun, angka luasan lahan tersebut masih bersifat perkiraan sementara. Hingga saat ini, pihak berwenang dan pengelola taman nasional masih terus melakukan proses pendataan serta pemetaan lebih lanjut di lapangan guna mendapatkan data luasan yang lebih akurat dan detail. Proses pendataan ini penting untuk mengetahui sejauh mana kerusakan vegetasi dan ekosistem yang terjadi akibat kebakaran pada Jumat malam tersebut.

Baca Juga

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Di sisi lain, aspek penyebab terjadinya kebakaran di kawasan Resor Sembalun ini masih diselimuti ketidakpastian. Sampai dengan saat ini, penyebab pasti dari munculnya api yang mendadak pada malam hari tersebut masih belum diketahui secara pasti dan masih menjadi misteri. Pihak berwenang kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk menelusuri faktor-faktor yang memicu kebakaran tersebut, baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun potensi aktivitas manusia di sekitar kawasan. Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan kebakaran hutan di masa mendatang di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kebakaran hutanBNPB

Berita Terbaru Lainnya

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah RakyatProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanPemilik Lapangan Padel di Bandung Didenda Rp100 Juta dan Wajib Tanam 1.000 PohonMegawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di Gedung Kesenian JakartaKapolri Ingatkan Ancaman Judi Online dan Penipuan Digital bagi Generasi MudaSinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan DaerahKecerdasan Buatan Mulai Jadi Andalan Cari Nasihat Keuangan meski Minim Kepercayaan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026