Bagaimana perkembangan terkini penanganan kebakaran hutan di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, dan sejauh mana dampaknya terhadap kawasan konservasi tersebut?
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo di Gunung Arjuno-Welirang diperkirakan telah menghanguskan sekitar 146 hektare lahan. Peristiwa yang bermula sejak Selasa (18/8) ini memaksa pihak berwenang menutup total jalur pendakian demi keselamatan publik, sembari mengerahkan berbagai upaya pemadaman darat dan udara.
Kendala Medan Curam dan Estimasi Dampak Lahan
Luasan lahan yang terbakar sebesar 146 hektare tersebut saat ini masih merupakan estimasi awal. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, menyatakan bahwa angka pasti mengenai luas area terdampak baru akan diverifikasi secara mendalam setelah seluruh operasi pemadaman di lapangan selesai dilakukan.
Saat ini, petugas gabungan di lapangan menghadapi tantangan berat dalam memadamkan sisa titik api. Proses pemadaman darat terhambat karena titik api yang tersisa berada di lereng yang mengarah ke Puncak Arjuno. Medan tersebut sangat sulit dijangkau akibat kondisi topografi yang sangat curam, dengan tingkat kemiringan lereng mencapai 60 hingga 70 derajat.
Kubu Febrie Adriansyah Minta Hakim Berikan Putusan Praperadilan Secara Adil

Pemadaman Udara dan Titik Api yang Berhasil Dijinakkan
Untuk mengatasi kendala medan darat yang ekstrem, petugas mengerahkan bantuan helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Helikopter dengan kapasitas 1.000 liter air tersebut dikerahkan untuk melakukan pengeboman air (water bombing) langsung ke titik-titik api yang sulit dijangkau.
Guna menjaga kelancaran operasi udara ini, beberapa titik pengisian air strategis telah disiapkan. Petugas memanfaatkan kolam Kaliandra, kawasan Taman Safari, serta tandon air milik BPBD Pasuruan yang terletak di Lapangan Kaliandra sebagai lokasi pengisian air helikopter.
Upaya kolaboratif ini mulai menunjukkan hasil. Titik-titik api yang sebelumnya berkobar di kawasan Kembar 1, Kembar 2, serta di sekitar Lapangan Kotak dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Tim gabungan kini memfokuskan seluruh energi untuk memadamkan satu titik api tersisa yang berada di lereng curam tersebut.
Pemerintah Siapkan Rencana Bangun Ulang Desa Adat Sade di Lombok Tengah

Penyelidikan Penyebab dan Penutupan Jalur Pendakian
Terkait dengan penyebab kebakaran, pihak berwenang menduga kuat adanya keterlibatan aktivitas manusia di balik munculnya sumber api. Kendati demikian, Jumadi menyatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah kebakaran ini dipicu oleh faktor kelalaian atau ada unsur kesengajaan dari pihak tertentu.
Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur juga belum merilis evaluasi resmi mengenai dampak kerusakan ekosistem, termasuk kerugian pada flora dan fauna di kawasan konservasi Tahura Raden Soerjo. Saat ini, fokus utama seluruh personel di lapangan adalah memastikan api padam sepenuhnya.
Sebagai langkah antisipasi keselamatan, jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang telah ditutup sementara sejak Rabu (19/8). Penutupan ini diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan, menunggu situasi di kawasan gunung benar-benar kondusif dan aman bagi aktivitas manusia.






