Perum Bulog memastikan stok beras dan kelancaran distribusi pangan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap terjaga dengan baik. Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat setempat sekaligus menyukseskan berbagai program penugasan yang diberikan oleh pemerintah.
Peninjauan Langsung Pascapemulihan Bencana di Manggarai
Upaya menjaga stabilitas pangan di NTT ini diperkuat pascabencana gempa bumi yang melanda sebagian wilayah tersebut. Untuk memastikan bantuan mengalir tanpa hambatan, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan peninjauan langsung ke lapangan pada Rabu (19/8).
Dalam kunjungan kerja di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai tersebut, Ahmad Rizal Ramdhani didampingi oleh Menteri Pertanian yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman. Peninjauan ini difokuskan untuk mengawal langsung penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam agar tepat sasaran.
Transmart Gelar Full Day Sale Minggu 23 Agustus, Tawarkan Diskon hingga 50 Persen

Realisasi Distribusi dan Ketersediaan Stok Saat Ini
Sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi di NTT, Bulog telah merealisasikan penyaluran sejumlah komoditas pangan pokok. Berdasarkan data per 19 Agustus 2026, Bulog telah menyalurkan sebanyak 207 ton beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) serta 6.000 liter minyak goreng untuk mendukung penanganan bencana di berbagai wilayah NTT.
Selain penyaluran bantuan bencana, kelancaran arus logistik juga ditunjukkan dengan aktivitas bongkar muat di pelabuhan. Hingga saat ini, sebanyak 150 ton beras yang dikirim melalui skema mobilisasi nasional telah selesai dibongkar di Pelabuhan Labuan Bajo untuk memperkuat cadangan wilayah.
Direktur Pemasaran Perum Bulog, Rahmanto Amin Jatmiko, menegaskan bahwa ketahanan pangan di NTT saat ini berada dalam kondisi yang aman. Ketersediaan stok beras yang dikuasai Bulog di wilayah NTT saat ini dilaporkan mencapai sekitar 35.000 ton.
Respons Istana soal Haji Isam Jadi Koordinator Atasi Karhutla

Optimalisasi Penyaluran dan Rencana Pasokan Tambahan
Stok beras yang tersedia di NTT tersebut akan dialokasikan secara optimal untuk berbagai program strategis. Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, menjelaskan bahwa cadangan pangan ini akan digunakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat serta penugasan pemerintah, termasuk program Bantuan Pangan, penanganan masyarakat terdampak bencana alam, dan pelaksanaan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Untuk mengantisipasi kebutuhan ke depan, Bulog juga telah menyiapkan langkah strategis berupa tambahan pasokan. Bulog tengah mempersiapkan tambahan stok sekitar 40.000 ton beras yang akan dimobilisasi secara bertahap dari beberapa wilayah sentra produksi, yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. Pengiriman bertahap ini dilakukan untuk menjamin kesinambungan pasokan pangan di NTT tetap terjaga dengan aman.






