apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Internasional

Kabut Asap Memburuk, Ratusan Sekolah di Sarawak Malaysia Ditutup Darurat

Agus CahyonoDiterbitkan 22 Agu 2026 - 09.55 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kabut Asap Memburuk, Ratusan Sekolah di Sarawak Malaysia Ditutup Darurat
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Sebanyak 591 sekolah di 10 distrik di Sarawak, Malaysia, terpaksa ditutup sementara selama dua hari akibat memburuknya kualitas udara dan kepungan kabut asap pekat. Kebijakan darurat ini berdampak langsung pada 197.323 siswa, yang terdiri dari 107.590 murid sekolah dasar di 509 sekolah serta 89.733 pelajar sekolah menengah di 82 sekolah. Guna memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan, otoritas setempat menerapkan metode pembelajaran berbasis rumah bagi seluruh siswa yang terdampak.

Departemen Pendidikan Sarawak merinci wilayah yang terdampak penutupan sekolah ini meliputi Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, dan Betong. Langkah darurat ini menandai kedua kalinya sekolah-sekolah di Sarawak ditutup pada bulan ini akibat kabut asap. Pada pekan sebelumnya, sejumlah sekolah di kota Serian juga sempat ditutup selama tiga hari berturut-turut ketika Indeks Pencemar Udara (API) menembus angka di atas 200.

Baca Juga

Serikat Pekerja Hyundai Motor di Korea Selatan Gelar Aksi Mogok Kerja Penuh Pertama dalam Satu Dekade

Serikat Pekerja Hyundai Motor di Korea Selatan Gelar Aksi Mogok Kerja Penuh Pertama dalam Satu Dekade

Kondisi udara di wilayah tersebut terus menunjukkan penurunan kualitas yang signifikan. Tingkat API di Serian melonjak tajam hingga mencapai angka 239 pada hari Jumat pukul 11.00 waktu setempat, sehingga Dewan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (NREB) Sarawak mengategorikan kualitas udara tersebut sebagai sangat tidak sehat. Sehari sebelumnya, pada hari Kamis, Serian mencatatkan API di angka 193, disusul Kuching di angka 190, dan Samarahan di angka 173. Berdasarkan standar yang berlaku, indeks API berkisar antara 201 hingga 300 masuk dalam kategori sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 tergolong berbahaya.

Dampak sebaran asap ini tidak hanya melanda Malaysia, melainkan juga mulai memengaruhi wilayah Singapura. Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) mengambil kebijakan untuk mempersingkat durasi khotbah Jumat akibat kondisi cuaca yang menantang. Sementara itu, Layanan Meteorologi Singapura (MSS) memberikan peringatan bahwa kondisi kering di kawasan tersebut diperkirakan masih akan terus berlanjut.

Baca Juga

Trump Ngemis Mau Ketemu, Kim Jong Un Beri Syarat Super Berat

Trump Ngemis Mau Ketemu, Kim Jong Un Beri Syarat Super Berat

Otoritas Malaysia beserta media lokal mengaitkan krisis kualitas udara ini dengan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kalimantan, Indonesia. Data dari Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) menunjukkan terdapat total 7.286 titik panas yang terdeteksi di Kalimantan sepanjang periode 1 hingga 19 Agustus. Angka ini berbanding jauh dengan Sarawak yang hanya mencatatkan 148 titik panas pada periode yang sama. ASMC juga mengamati adanya pergerakan asap lintas batas dengan intensitas sedang hingga padat dari Kalimantan Barat yang berembus ke arah utara dan menyelimuti sebagian wilayah barat Sarawak.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kabut AsapKualitas Udara

Berita Terbaru Lainnya

BSI Catat Laba Rp4,15 Triliun pada Semester I-2026Bank of Korea Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga Lanjutan di Tengah Tekanan InflasiJadwal Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Indonesia vs Thailand di KudusGedung Bapenda DKI Jakarta Kembali Terbakar, Api Bersumber dari Ruang Arsip Lantai 11Rektor dan Wakil Rektor III Unsoed Resmi Jadi Tersangka Kasus Suap Penerimaan Mahasiswa Baru KedokteranSerikat Pekerja Hyundai Motor di Korea Selatan Gelar Aksi Mogok Kerja Penuh Pertama dalam Satu DekadeTrump Ngemis Mau Ketemu, Kim Jong Un Beri Syarat Super BeratPedagang Ditertibkan, Begini Kondisi Jalan Depan Kramat Jati Saat Malam

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

Nasional

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

13 Agu 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RINasional 路 13 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap