Pengukuran kapasitas keinsinyuran di tingkat daerah kini mulai menunjukkan hasil nyata demi mendorong pembangunan nasional. Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengumumkan hasil pengukuran Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) 2026. Penghargaan ini memperlihatkan kesiapan pemerintah daerah dalam memperkuat sektor industri melalui optimalisasi peran insinyur di wilayah masing-masing.
Dari enam provinsi yang masuk dalam nominasi, Provinsi Maluku Utara berhasil meraih penghargaan IKD Platinum. Sementara itu, Provinsi Riau memperoleh predikat Perak dan Provinsi DKI Jakarta mendapatkan predikat Perunggu. Untuk tingkat kabupaten dan kota, Kabupaten Sragen sukses membawa pulang penghargaan IKD Perak, sedangkan Kota Balikpapan meraih predikat Perunggu. Pengukuran indeks ini merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.
Apresiasi terhadap pencapaian daerah ini sejalan dengan pandangan dari Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie. Pada Sabtu (29/8/2026), Ilham Habibie tekankan peran insinyur dalam kemajuan industri bangsa sebagai fondasi utama bagi Indonesia untuk bertransformasi menjadi negara maju.
Sidang Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU Alot, Gus Ipul, Tertib, Tak Ada Susupan

Ilham menyatakan bahwa pembangunan industri merupakan salah satu kunci penting agar Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara maju di dunia. Menurutnya, tidak ada satu pun negara maju di dunia yang tidak memiliki industri yang maju, dan di sinilah para insinyur memegang peranan krusial.
Lebih lanjut, industri dinilai memiliki kemampuan untuk mengolah berbagai sumber daya yang ada menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Dalam siklus ini, tenaga insinyur sangat dibutuhkan untuk menghasilkan produk, mengembangkan proses pengolahan, hingga menjaga kualitas produk yang dihasilkan agar tetap kompetitif.
Kisah Sulaiman Sulang, Mantan Staf TU yang Mengabdi Jadi Wali Asuh Sekolah Rakyat di Malang

Pengukuran dan penyerahan penghargaan IKD 2026 ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menuju Konferensi Organisasi Insinyur se-Asia Tenggara atau CAFEO ke-44. Indonesia, melalui PII, bertindak sebagai tuan rumah dalam konferensi yang akan digelar di Bandung pada 20 hingga 22 Oktober 2026.
Chair CAFEO 44 sekaligus Direktur Eksekutif PII, Ir. Santhi Serad, menjelaskan bahwa CAFEO merupakan forum utama bagi organisasi keinsinyuran di kawasan ASEAN. Pertemuan ini diharapkan mampu mempererat kolaborasi teknik dan industri di tingkat regional.






