apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/News

Google Maps Tampilkan Titik Merah Kebakaran Parah di Kalimantan

Andi TobanDiterbitkan 21 Agu 2026 - 21.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Google Maps Tampilkan Titik Merah Kebakaran Parah di Kalimantan
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Aplikasi peta digital Google Maps kini menampilkan pemandangan yang memprihatinkan di wilayah Pulau Kalimantan. Peta pada aplikasi tersebut terpantau dipenuhi oleh titik-titik berwarna merah yang tersebar di berbagai area. Kemunculan titik merah yang memenuhi Pulau Kalimantan di aplikasi Google Maps ini menjadi perhatian karena menunjukkan adanya situasi darurat terkait dengan kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut. Pengguna aplikasi dapat melihat langsung sebaran titik merah tersebut saat mengakses peta digital Pulau Kalimantan. Keberadaan titik merah ini menunjukkan visualisasi langsung dari kondisi di lapangan yang terpantau melalui teknologi navigasi.

Titik-titik merah yang tampak memenuhi Pulau Kalimantan pada aplikasi Google Maps tersebut tidak hanya sekadar penanda biasa. Dalam keterangannya, pihak aplikasi Google Maps menyertakan label khusus untuk titik-titik merah tersebut. Label yang tertera pada titik merah di peta adalah "Severe Fire" atau yang diterjemahkan sebagai kebakaran parah. Keterangan "Severe Fire" atau kebakaran parah ini memberikan informasi mengenai kondisi kebakaran yang sedang berlangsung di titik-titik tersebut, yang menandakan bahwa situasi kebakaran di area tersebut berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Baca Juga

Kemlu Ungkap Kondisi Terkini ABK WNI di Yaman yang Kapalnya Diserang

Kemlu Ungkap Kondisi Terkini ABK WNI di Yaman yang Kapalnya Diserang

Sebaran titik merah dengan label "Severe Fire" atau kebakaran parah ini tidak hanya terpusat pada satu titik saja, melainkan tersebar di sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan. Berdasarkan pantauan pada peta digital di aplikasi Google Maps, titik-titik merah tersebut mendominasi beberapa bagian pulau. Meskipun tersebar di berbagai wilayah Kalimantan, konsentrasi titik merah yang paling padat terlihat berada di wilayah Kalimantan Selatan. Wilayah Kalimantan Selatan menjadi area dengan kerapatan titik merah tertinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya di Pulau Kalimantan pada tampilan aplikasi tersebut, memperlihatkan bahwa wilayah ini memiliki titik kebakaran parah terbanyak.

Informasi mengenai keberadaan titik-titik merah yang menandakan kebakaran parah di Pulau Kalimantan ini telah menjadi sorotan publik dan media massa. Detail mengenai situasi kebakaran hutan yang mengepung wilayah Kalimantan ini kemudian disiarkan secara lebih luas oleh media. Salah satu stasiun televisi berita ekonomi, CNBC Indonesia, menyajikan laporan mendalam mengenai fenomena titik merah yang memenuhi peta Kalimantan di aplikasi Google Maps tersebut. Laporan ini memberikan gambaran visual mengenai kondisi sebaran titik kebakaran di pulau tersebut.

Baca Juga

Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Picu Ketegangan Diplomatik dengan Turki dan AS

Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Picu Ketegangan Diplomatik dengan Turki dan AS

Secara lebih terperinci, informasi dan detail mengenai titik merah dengan keterangan "Severe Fire" atau kebakaran parah di Kalimantan ini disiarkan dalam salah satu program unggulan CNBC Indonesia. Program yang menayangkan detail laporan tersebut adalah Evening Up. Siaran mengenai kebakaran hutan yang melanda Pulau Kalimantan ini ditayangkan dalam program Evening Up CNBC Indonesia pada hari Kamis, tanggal 20 Agustus 2026. Melalui tayangan tersebut, publik dapat mengetahui informasi lebih lanjut mengenai sebaran titik merah kebakaran parah yang terpantau padat di wilayah Kalimantan Selatan serta wilayah Kalimantan lainnya melalui aplikasi Google Maps.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kebakaran hutanCNBC IndonesiaKalimantan

Berita Terbaru Lainnya

Kemlu Ungkap Kondisi Terkini ABK WNI di Yaman yang Kapalnya DiserangKomisi X DPR Minta Seleksi PPPK Jadi PNS Prioritas di Wilayah 3TPolisi Selidiki Aksi Debt Collector Gesek Nomor Rangka Mobil di GBKPemadaman Karhutla Arjuno-Welirang Jawa Timur Terkendala CuacaMengenal Sesar Opak, Patahan Aktif di Balik Gempa BantulNiat Nonton Tawuran, Pelajar Malah DibacokKebakaran Hutan dan Lahan Berulang, Bahaya Jangka Panjang MengintaiDPO Narkoba Basri Ditangkap di Malaysia, Kapal Mewah Disita

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

Nasional

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

13 Agu 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RINasional 路 13 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap