Militer Israel melancarkan serangan udara ke situs militer Suriah, tepatnya di Pangkalan Udara Abu al-Duhur yang terletak di Provinsi Idlib. Serangan ini memicu ketegangan diplomatik yang serius karena pangkalan udara tersebut baru saja menjamu delegasi militer dari Turki beberapa jam sebelum serangan terjadi. Langkah agresif ini dinilai memperlebar jarak hubungan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kementerian Luar Negeri Turki langsung melayangkan kecaman keras atas serangan udara tersebut. Sementara itu, kantor Netanyahu berupaya membenarkan tindakan militer itu dengan menuduh Suriah telah melanggar kesepakatan keamanan. Pihak Israel mengklaim bahwa Suriah melanggar aturan dengan mengizinkan penempatan pasukan Turki di pangkalan udara dekat Aleppo. Di sisi lain, Utusan Khusus Amerika Serikat, Tom Barrack, secara terbuka menyatakan keprihatinan yang mendalam dan menyebut operasi militer Israel tersebut sebagai sebuah eskalasi yang tidak perlu.
Mantan Wakil Presiden Liberia Jewel Howard-Taylor Didakwa Terkait Jaringan Narkoba dan Pencucian Uang

Perkembangan ini terjadi di tengah hubungan yang merenggang antara Netanyahu dan Trump. Menjelang pemilihan umum krusial pada bulan Oktober, Trump belum memberikan dukungan penuh kepada Perdana Menteri Israel tersebut. Reputasi Netanyahu sendiri masih rusak parah akibat serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Menurut Brian Katulis, Trump saat ini menghadapi tingkat persetujuan pemilih yang rendah serta kelelahan publik Amerika Serikat akibat kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh perangnya di Iran. Situasi domestik ini mendorong Trump untuk mencari deeskalasi di Timur Tengah, arah yang berlawanan dengan manuver militer agresif Netanyahu.
Perbedaan pandangan antara Washington dan Tel Aviv juga terlihat dari sikap Trump terhadap Ankara. Trump mengapresiasi peran Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam menggulingkan rezim Assad di Suriah. Selain itu, Trump mendukung langkah Ankara untuk merangkul pemerintahan baru di Damaskus di bawah kepemimpinan Presiden Ahmad al-Sharaa. Sebaliknya, kubu Netanyahu menentang keras kerja sama yang mulai berkembang antara Amerika Serikat dan Ahmad al-Sharaa.
Diduga Tercemar Bubuk Detergen, 34 Siswa Sekolah di Bihar India Jatuh Sakit

Ketegangan semakin meruncing setelah Trump mengabaikan protes keras dari Netanyahu dan menyatakan akan mencabut pembatasan penjualan jet tempur siluman F-35 ke Turki. Pembatasan tersebut sebelumnya diberlakukan karena keputusan Turki membeli sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia. Di tengah dinamika ini, peta aliansi di kawasan terus bergeser. Turki, Arab Saudi, dan Pakistan telah menandatangani perjanjian pertahanan timbal balik yang dijuluki Pakta Mekkah. Di sisi lain, Israel juga semakin agresif memperluas jaringan aliansinya yang mencakup Uni Emirat Arab, India, Yunani, dan Siprus.






