Upaya pembersihan aliran sungai di Depok berujung pada temuan yang mengejutkan. Petugas Sumber Daya Air (SDA) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Musfik, membantu aparat kepolisian dalam mengevakuasi potongan tubuh yang diduga merupakan bagian dari korban mutilasi di aliran Kali Grogol, Depok. Penemuan ini menjadi bagian penting dari cerita di balik penemuan sepasang kaki korban mutilasi di Depok yang sempat menggegerkan warga sekitar pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Sebelum penemuan di Kali Grogol terjadi, proses pencarian sempat dilakukan di kawasan jemblongan Kali Licin Pitara. Pencarian awal tersebut melibatkan tim gabungan dari petugas SDA DPUPR, Polda Metro Jaya, unit anjing pelacak K-9, serta polisi satwa. Namun, setelah menyisir area selama lebih dari empat jam, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Dalam proses pencarian, Musfik sempat meminta dua gelas kopi pahit dan sebatang rokok kretek kepada polisi karena meyakini kebiasaan tersebut dapat membantu kelancaran pencarian. Tak lama berselang, saat membersihkan tumpukan sampah yang tersangkut di bawah jembatan Kali Grogol, Musfik mencurigai sebuah karung yang dikerubungi lalat dan mengeluarkan bau menyengat.
PNM Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa di NTT

Kecurigaan Musfik terbukti saat ia memeriksa karung tersebut. Dari dalam karung, ia mengangkat sepasang potongan kaki bagian betis satu per satu ke atas jembatan. Penemuan ini segera ditindaklanjuti oleh tim Inafis dari Polres Metro Depok dan Polda Metro Jaya yang langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Lokasi penemuan di Kali Grogol ini berjarak sekitar empat kilometer dari titik yang awalnya diduga menjadi tempat pembuangan bagian kaki korban di aliran Kali Licin. Bagi Musfik, membantu kepolisian menemukan jenazah di aliran air bukan pertama kalinya, sebab ia sebelumnya juga pernah membantu evakuasi mayat di Situ Pangarengan.
Kementrans Tertibkan Aset Rp2,679 Triliun, Pastikan Infrastruktur Kawasan Bermanfaat bagi Masyarakat

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan identitas pemilik potongan tubuh tersebut. Ipda Breggy Yesaya Imanuel menjelaskan bahwa potongan kaki tersebut ditemukan oleh dua orang petugas SDA Limo saat melakukan pembersihan sungai. Polisi kini tengah melakukan pengujian laboratorium forensik untuk memastikan apakah potongan kaki tersebut merupakan bagian tubuh dari korban mutilasi yang diidentifikasi bernama Kunaefi. Potongan tubuh itu telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan forensik lebih lanjut. Selain itu, polisi telah memeriksa empat orang saksi, yang terdiri dari dua petugas pertama yang menemukan potongan tubuh serta dua saksi lain dari dinas kebersihan sungai terkait.






